Mekanisme Pengawasan

 

1. Menyusun Rencana Kerja Audit Tahunan (RKAT) :

a. Kegiatan audit dilakukan berdasarkan surat tugas yang ditan­da­tangani Inspektur Jenderal atau pejabat yang mendapat wewe­nang/kuasa dari Inspektur Jenderal (a.n. Inspektur Jenderal).

b. Mengkoordinasikan sumber daya yang terkait dengan pelaksa­na­an audit.

c. Mempelajari PKA yang diajukan oleh tiap Irwil, Laporan Hasil Audit (LHA) dan pengawasan sebelumnya, termasuk laporan hasil audit eksternal (BPK/BPKP), audit in­ves­­ti­­gasi/khusus (ter­ma­suk infor­ma­si tambahan lainnya), la­po­­ran pengaduan masya­ra­kat, dan saran serta tindak lanjut hasil audit.

d. Menyusun RKAT disertai jadwal kegiatan audit.

e. Menentukan jumlah LHA yang akan diterbitkan.

 

2. Melaksanakan Temu Awal (Entry Briefing)

a. Menyampaikan maksud dan tujuan audit;

b. Menginformasikan rencana kegiatan audit meliputi sasaran dan jadwal audit.

 

3. Melaksanakan Audit

a. Proses audit memperhatikan norma-norma audit di dalam aturan kode etik auditor.

b. Melakukan konfirmasi penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Penga­wa­­san (TLHP) maupun pelaksanaan Saran Tindak Lanjut (STL) terhadap temuan hasil audit sebelumnya;

c. Mengumpulkan data dan informasi (bahan) audit.

d. Menyusun Kertas Kerja Audit (KKA);

e. Menganalisis data dan informasi (bahan) audit.

f. Mendiskusikan hasil analisis bahan audit.

g. Menyimpulkan hasil diskusi analisis bahan audit.

h. Menyusun rekomendasi.

i. Membuat Lembar Temuan Audit (LTA) yang ditandatangani oleh ketua tim, pengendali teknis, dan auditan.

 

4. Melaksanakan Temu Akhir

a. Membuat berita acara hasil audit, yang memuat waktu pelaksa­na­­an, jenis dan hasil audit (kode temuan 0100 s.d 1000 dan un­tuk audit kinerja disertai tabel penilaian sementara hasil audit) yang ditandatangani oleh ketua tim audi­­tor/pengendali tek­­nis dan auditan.

b. Melakukan expose (mempresentasikan hasil audit). Untuk audit komprehensif/ope­ra­sional/sejenis menyampaikan jumlah temuan menurut kode te­mu­­an dan ringkasan hasil temuan, sedangkan audit kinerja di­ser­­tai presentasi hasil penilaian kinerja.

c. Tanya jawab atau diskusi terkait dengan temuan/hasil audit dan hal lain yang relevan guna melengkapi hasil audit. Pe­nan­da­ta­nga­­­nan berita acara audit yang dilampiri kumpu­lan lembar temu­an audit (LTA) rangkap 3(tiga) untuk audi­tan, tim audit, dan sekre­taris Inspektorat Jenderal u.p Bagian PHP ltjen yang disam­paikan segera setelah kembali dari tempat auditan.

 

5. Menyusun Laporan Hasil Audit.

a. Dalam hal menyusun hasil audit kinerja hendaknya dilaku­kan perhitungan secermat mungkin. Bila ada hasil hitungan yang seca­­ra kasat mata tidak rasional, maka segera didis­ku­sikan de­ng­an anggota tim audit, menyerahkan kumpulan LTA yang dilengkapi dengan berita acara hasil audit kepada sub bagian tata usaha lnspektorat wilayah (TU Irwil) segera setelah selesai audit. Selanjutnya TU Irwil menyerahkan kepada Sekretariat Inspektorat Jenderal u.p Bagian PHP;

b. Menyusun laporan hasil audit, diselesaikan maksimal 7 (tujuh) hari setelah selesai audit, ditandatangani oleh penanggung­ja­wab audit. Laporan audit ha­rus dapat menjawab tujuan audit, yang nantinya menjadi kesim­pulan audit;

c. Menyusun saran tindak lanjut hasil audit yang ditanda­ta­nga­ni Inspektur Jenderal, diselesaikan maksimal 7 (tujuh) hari setelah audit. Saran tindak lanjut audit yang telah men­da­pat koreksi dari Inspektur Jenderal diperbaiki, diparaf ketua tim, Inspektur, dan Sekretaris Itjen, se­lan­­jutnya disampaikan ke Inspektur Jenderal untuk ditandatangani. Surat yang telah ditandatangani Inspektur Jenderal setelah mendapat nomor dari TU, dico­pi rangkap sesuai tembusan (Subag TU pada bagian Irwil).


Administrator | 2009-01-01 17:03:39 | Administrator | 2009-02-04 02:20:25
Sirandang