UPG Itjen Menjadi Rujukan Kemenhub

Berfoto bersama, Tim UPG Itjen Kemenag dengan Kemenhub

Jakarta [ItjenNews] - Selasa jelang tengah hari, rombongan Inspektorat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tiba di Itjen Kemenag, di Bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan (06/02). Itjen Kementerian Perhubungan hadir dalam rangka studi banding pelaksanaan Unit Pengendali Gratifikasi (UPG).

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu silam unit pengendali gratifikasi Kemenag mendapatkan award dari KPK sebagai Instansi dengan sistem UPG terbaik. Hal berkat peran aktif dari Inspektorat Jenderal dalam berkoordinasi dengan KPK.

Sebagai pembuka, diwakili Martina selaku koordinator studi banding Itjen Kemenhub, menyampaikan terima kasih atas kehangatan Itjen Kemenag menerima rombongan. Ia menuturkan bahwa kunjungan ini sebagai langkah awal meningkatkan pengendalian gratifikasi dengan regulasi Itjen Kemenhub.

Sebagai salah satu instansi (Itjen Kemenag) yang mendapatkan penghargaan dari KPK dalam pengendalian gratifikasi, kami patut menambah ilmu dengan merujuk ke sini,” ujar ketua tim kunjungan itu.

Menanggapi, Muhammad Tambrin secara langsung memaparkan beberapa hal terkait pelaksanaan UPG di lingkung Kemenag. “Kami sudah memiliki aturan terkait UPG ini, diatur dalam KMA 224 Tahun 2015. Pengelolaan UPG kami (Kemenag) telah beberapa lama dirintis. Kami terus berkoordinasi dengan KPK, tak lepas dorongan secara konkret dilakukan oleh menteri Kami, Bapak Lukman Hakim Syaifuddin yang concern terhadap penghapusan gratifikasi dan pungli di Kemenag ini. Mungkin itu yang menjadi dasar kami (Kemenag) menerima penghargaan” terangnya. Selain itu, Tambrin menegaskan bahwa Lima Budaya Kerja di Lingkungan Kemenag adalah salah satu landasan untuk menolak segala bentuk gratifikasi yang dilarang. “Kami menjaga betul (menolak gratifikasi terlarang: red) karena menyangkut marwah instansi,” tegasnya.

Tim dari Kemenhub melihat lemari pajang gratifikasi milik Itjen Kemenag

Turut memberikan penjelasan Kabag Pengelola Hasil Pengawasan (PHP), Abdul Karim bahwa budaya menolak korupsi dimulai oleh Itjen dan ditularkan kepada satker-satker yang dikunjungi. “Awalnya kami yang memulai menyosialisasikan melaporkan gratifikasi dengan menyisipkannya di program-program lain, seperti sosialisasi Zona Integritas dan Pengawasan Pendekatan Agama, lama-kelamaan budaya lapor gratifikasi ini semakin masif,” terangnya.

Setelah berfoto bersama, di ruang Sekretaris, tim dari Kemenhub berkeliling melihat ruang kerja dan tempat pelaporan gratifikasi. Lontaran tanya jawab berlangsung luwes dan lebih interaktif. Tak luput dari perhatian tim Kemenhub adalah lemari pajang barang gratifikasi. “Ini (lemari pajang: red) seperti yang di KPK ya?” sambil mengambil foto lemari kaca tersebut dengan gawainya.

 

 

Kontributor: Fajar, Ubay, Iyan

 

Redaktur: Nurul Badruttamam

PERKIN TAHUN 2018

RENSTRA ITJEN