Tim Cyber Kemenag Akan Perbanyak Publikasi Kinerja Bukan Seremonial

Suasana Rapat, Dipimpin Oleh Sekjen, Nur Syam, Dihadiri Oleh Sekretaris Itjen, Kepala Biro HDI, Dan Sekretaris PHU

Jakarta [ItjenNews] - Merespon dinamika isu dewasa ini, Kementerian Agama siapkan Tim Cyber. Tim inti akan menjadi garda terdepan untuk merespon isu-isu aktual dan terhangat di masyarakat terkait Kemenag. Tim Cyber nantinya bertugas membentuk jaringan untuk menyebarluaskan informasi kepada publik.

Menurut Kepala Biro Humas Data dan Informasi (HDI), Mastuki bahwa ke depan Kemenag akan concern memublikasikan kinerjanya, terutama yang terkait layanan kepada masyarakat melalui Tim Cyber. “Kerja Tim Cyber ini harus optimal (di media sosial). Bukan untuk menyerang balik (isu-isu) namun sounding kinerja kita kepada publik, terutama layanan bukan lagi seremonial,” saat menghadiri rapat bersama Tim di Kantor Pusat Kemenag, Jakarta (9/2).

Selanjutnya, target ke depan akan menyatuarahkan informasi (narasi tunggal) melalui produk dari masing-masing unit, guna terintegrasi dalam menyuarakan positifitas Kemenag.

Tim ahli akan disiapkan, video editor, pembuat infografis akan kita rekrut untuk handling konten media sosial Kita,” sambung Mastuki.

Menyambung Mastuki, Sekretaris Itjen, Muhammad Tambrin, yang juga menghadiri rapat tersebut, mendukung langkah ini. Menurut Tambrin, membuat konten yang sesuai dan memublikasikannya melalui media sosial, pastinya akan menimbulkan konsekuensi anggaran, selain dari SDM. Menurutnya, Itjen akan berupaya selalu menjadi konsultan dan katalisator kepada unit lain terkait penganggaran apabila terjadi penyesuaian-penyesuaian untuk menunjang program tersebut.      

Kami menyarankan agar setiap dana yang dikeluarkan tercatat. Sepanjang untuk langkah strategis, dan tidak keluar dari regulasi, maka tim dari Itjen siap mereviu dan memberikan bimbingan ketika ada perubahan anggaran untuk itu,” ujarnya.

Inspektorat juga akan mendukung terkait konten yang akan dipublis. Terutama terkait Integritas ASN dan hal-hal yang bersifat edukatif pada masyarakat terkait penanganan dumas (aduan masyarakat),” sambungnya mencontohkan.  

 

Kontributor: Fajar Harnanto

Redaktur: Nurul Badruttamam