Tiga Mantra Menag saat Rakernas 2019

Menag Menyerahkan Kemenag Award kepada Plt. Irjen (Foto: Doc. Kemenag)

Jakarta, [ItjenNews] - Kementerian Agama mengelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2019. Dengan mengusung tema "Moderasi Beragama untuk Kebersamaan Umat", acara dibuka langsung Menag Lukman Hakim Saifuddin. Hadir dalam acara ini, 300 peserta dari unsur pimpinan satuan kerja Kementerian Agama di tingkat pusat dan daerah, Rakernas akan berlangsung tiga hari, 23 - 25 Januari, Rabu (23/01)

"Tema ini sesuai dengan HAB Kemenag ke-73 yang sudah menjadi Resolusi 2019 bagi ASN Kemenag yaitu menjadi perangkai, penjalin, dan perajut tenun kebangsaan kita yang bhinneka. Setiap ASN Kementerian Agama haruslah menjadi teladan dalam kesederhanaan, kejujuran, dan keikhlasan memberikan amal bakti bagi segenap warga negara tercinta," kata Sekjen.

Menurut Sekjen, Rakernas kali ini juga menjadi ajang merespon dinamika kebangsaan yang sedang terjadi saat ini. "Tahun 2019, komitmen Kementerian Agama adalah fokus bekerja dan tanpa hentinya menghasilkan inovasi," tandas Sekjen.

Selanjutnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka serangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementrian Agama Tahun 2019. Menag dalam sambutannya menyampaikan tiga mantra yang harus menjadi pegangan seluruh pegawai di Kementrian Agama. Rakernas 2019 ini diikuti oleh kurang lebih 300 pejabat Eselon I dan II dari seluruh Indonesia.

"Secara khusus tadi saya berpesan kepada seluruh peserta untuk betul-betul memegang tiga mantra yang harus menjadi ruh dan jiwa di Kementerian Agama," kata Menag Lukman Hakim kepada awak media saat ditemui usai membuka Rakernas.

Mantra pertama yang menjadi ruh dan jiwa Kemenag adalah Moderasi Beragama. Moderasi beragama juga sekaligus menjadi tema yang diusung di dalam Rakernas 2019 kali ini dengan redaksi “Moderasi untuk Kebersamaan Umat”. Karena dewasa ini, moderasi memiliki tingkat urgensi yang tinggi di masyarakat.

Mantra yang kedua Menag menyampaikan isu-isu yang baru saja terjadi banyak memunculkan sentimen antaragama, maka dari itu sebagai elemen Kementerian Agama agar senantiasa menjaga kebersamaan antar umat beragama. Karena sebenarnya perbedaan merupakan karunia dari Tuhan yang tidak dapat dipungkiri oleh manusia.

Mantra yang terakhir yaitu mengenai intregasi data di dalam internal Kementerian Agama. Dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja pelayanan kepada masyarakat, antar satuan kerja (satker) di Kemenag harus memiliki sistem yang terintregasi dengan baik, khususnya dalam melaksanakan intregasi data.

Menag mengaku sangat bersyukur karena Rakernas kali ini adalah Rakernas yang kelima yang telah diikutinya dan selalu ada hal yang baru. Hal yang baru tersebut juga selalu memberikan inovasi bagi pelayanan yang dilakukan oleh Kementrian Agama.

Pada pembukaan saat tersebut juga, Itjen menyabet Kemenag Award Kategori Serapan Anggaran terbaik tingkat unit eselon I sebesar 99,8%. Penghargaan diberikan langsung oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin kepada Plt. Irjen M. Nur Kholis Setiawan.

 

Kontributor: M. Ubaidillah

Redaktur/Editor: Nurul Badruttamam/Fajar Harnanto