Perkuat Pencegahan Korupsi, ASN Itjen Ikuti Sekolah Anti Korupsi

KPK menyambut Kunjungan ASN Itjen yang menjadi peserta Sekolah Anti Korupsi (Foto: Humas)

Jakarta, [ItjenNews] - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspektorat Jenderal Kemenag ikuti kegiatan Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) yang diselenggarakan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW). Dalam rangkainnya, SAKTI berkunjung ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan diterima oleh Direktur Gratifikasi Syarif Hidayat, Sekaligus pemberian materi berkenaan dg Gratifikasi, Kamis (11/10).

Syarif Hidayat menyambut baik pelaksanaan SAKTI ASN 2018. Ia berharap peserta SAKTI dapat menjadi pionir pemberantasan korupsi dengan melakukan perubahan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat.

"Diharapkan kepada setiap ASN dapat membentuk unit pengendalian gratifikasi (UPG) untuk menjadi sarana pelaporan gratifikasi di daerah," jelas Syarif.

"Hal ini bertujuan untuk mencetak ASN anti korupsi yang dapat mendorong upaya pemberantasan korupsi di lingkungan kerja aparatur sipil negara," lanjutnya.

Salah satu peserta, Taufiqurrohman , yang berasal dari Itjen Kemenag, mengatakan SAKTI sangat penting untuk merubah mindset ASN. Terutama kaitannya dengan pencegahan gratifikasi.

Data yang diperoleh dari ICW sepanjang 2017 terdapat 495 ASN yang ditetapkan tersangka oleh penegak hukum akibat melakukan perbuatan korupsi. Keseluruhan yang ditetapkan sebagai tersangka, 119 orang menjabat sebagai pejabat pengadaan barang dan jasa, baik itu sebagai kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, ataupun pejabat pelaksana teknis kegiatan.

"Dan kita berharap setelah mengikuti SAKTI ini kita dapat melakukan aksi untuk mencegah dan memberantas korupsi minimal pada diri kita sendiri dan keluarga," tuturnya.

Selain materi tentang gratifikasi dari KPK, peserta juga mendapatkan materi tentang delik- delik korupsi, korupsi birokrasi, dan problematika pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

 

Kontributor: Taufikurrahman

Redaktur/Editor: Nurul Badruttamam/Fajar Harnanto