Penyusunan LKj, Itjen Sampaikan Data Capkin dari Serapan Anggaran

Penyusunan LKj Itjen Kemenag (Foto: Doc Itjen Kemenag)

Depok—“Saya berharap para hadirin dapat bersinergi selama tiga hari ini agar LKj (Laporan Kinerja) dapat tersusun dengan baik," buka Kabag Perencanaan, Organisasi, dan Hukum Andewi Susetyo dalam acara Penyusunan Laporan Kinerja 2018 Inspektorat Jenderal Kemenag di Hotel Santika Depok, Rabu (09/01).

Andewi menyampaikan informasi dari DPR bahwa Kementrian Agama menempati posisi ke-4 dari 10 kementerian yang ada di Indonesia dalam penyerapan anggaran tertinggi dengan total anggaran sebesar 63,9 T. Namun, ia masih menyayangkan bahwa masih ada sekitar 7,3% anggaran dana yakni sekitar 4,9 T yang belum terserap dengan baik. Anggaran tersebut diantaranya berkaitan dengan tunjangan profesi guru dan dosen, belanja barang, PIP, penggunaan BOS, dan belanja modal.

Andewi memaparkan bahwa laporan kinerja harus berisi uraian singkat organisasi, rencana dan target kinerja yang telah ditetapkan, pengukuran kinerja, evaluasi, analisis kinerja di setiap sasaran dan strategis, dan hasil dari program-program yang seharusnya terwujud.

Itjen pada tahun ini memiliki prestasi kinerja yang baik dengan target di atas 100%. Andewi meminta agar prestasi yang diraih Itjen diiringi dengan akuntabilitas. Jangan sampai penyerapan anggaran tinggi tetapi program tidak tercapai atau pun nilai audit kinerja rendah. “Laporan kinerja itjen harus sampaikan data capaian kinerja dari serapan anggaran,” tuturnya.

Dalam sambutannya Andewi berharap Penyusunan LKj dapat berjalan dengan baik karena acara ini sudah menjadi kebiasaan rutin dan bukan merupakan hal yang baru lagi. Penyusunan Laporan Kinerja (LKj) 2018 dilaksanakan di Hotel Santika Depok selama tiga hari yaitu tanggal 9 s.d. 11 Januari 2019

 

Kontributor: Prilla Audina

Redaktur/Editor: Nurul Badruttamam/M. Ubaidillah