Itjen Selenggarakan Pelantikan Auditor Baru dan Penandatanganan Perkin

Jakarta [ItjenNews] - Sebanyak 66 (enam puluh enam) calon auditor, Senin (26/2) pukul 08.00 WIB resmi dilantik menjadi auditor baru di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Mereka yang dilantik adalah para calon auditor yang sudah mendapatkan pelatihan memadai oleh BPKP sebagai instansi pembina, serta telah mendapatkan persetujuan teknis untuk diangkat sebagai auditor. 

Dalam pelantikan ini juga disisipkan penandatanganan perjanjian kinerja (perkin) para pejabat di Itjen. Diawali penandatanganan perkin para Eselon II di hadapan Inspektur Jenderal, diikuti jajaran Eselon III, dan IV. Penandatangan ini akan menjadi landasan bekerja selama setahun penuh dan akan dipertanggungjawabkan saat evaluasi kinerja.

 Suasana penandatanganan Perkin

Inspektur Jenderal, M. Nur Kholis Setiawan dalam arahannya di acara ini mengimbau agar para auditor dan seluruh ASN Itjen  dapat melakukan tiga hal dalam pribadinya. Terinspirasi dari kitab karangan, Abu Ubait Al-Ash bin Salam, pertama, adalah berperan sebagai "representasi". Maksudnya adalah, setiap ASN Itjen terutama para auditor yang sedang mengemban tugas di daerah haruslah berperan sebagai wakil dari Inspektorat Jenderal. "Bapak-ibu sekalian ibarat dhomir (kata ganti), yang merepresentasikan Inspektorat Jenderal, mewakili Inspektur Jenderal di daerah," tegas Nur Kholis. 

Irjen juga menjelaskan bahwasanya sebagai dhomir atau penggati yang merepresentasikan institusi, maka setiap pribadi yang bertugas wajib untuk selalu bersifat konstan, stabil, dan ajeg. "Seperti analogi yang dituliskan dalam kitab karangan Ibnu Malik, jadilah seperti dhomir 'na' (Nun dan Alif), yang di manapun ia dilekatkan menjadi preposisi ia selalu konstan tidak berubah," terangnya. 

Selanjutnya, dijelaskan Irjen bahwa setiap ASN Itjen yang sedang diamanahi tugas harus bisa menjadi 'aktor' dan 'wujud'. Kedua hal ini erat terkait. Menurut Nur Kholis, aktor dibagi atas dua hal yakni, aktor wujud dan yang tidak secara langsung hadir. Maksudnya, selain sebagai perwujudan eksistensi lingkup tugas dan fungsi, aktor juga dapat berperan untuk hal yang sifatnya universal (tak nampak). Kehadiran bisa dimaknai sebagai sumbangsih pemikiran maupun hal lainnya sebagai contoh yang baik. "Seperti dalam ruang tugas-fungsi maupun tak terjun secara langsung (king maker), pada gilirannya harus bisa dikombinasi sebagai wujud bahwa Itjen itu ada, diperhitungkan, dan memiliki peran dalam perbaikan Kementerian Agama di masa mendatang," ujar Irjen menganalogikan keduanya dengan cerdas.

 

 

Kontributor: Fajar Harnanto

Redaktur: Nurul Badruttamam

 

 

PERKIN TAHUN 2018

RENSTRA ITJEN