Itjen Kemenag Siap Luncurkan Aplikasi E-Konsultasi

Suasana Rapat Persiapan Peluncuran Aplikasi E-Konsultasi

Jakarta, [ItjenNews] - Inspektorat Jenderal Kementerian Agama terus berupaya tingkatkan mutu pengawasan, lewat Subbag Hukum pada Bagian Perencanaan Organisasi dan Hukum siap luncurkan aplikasi e-konsultasi. Menurut Kasubbag Hukum Itjen Mardani Rifianto, aplikasi tersebut guna  melayani permintaan penjelasan, saran atau solusi dari masalah yang ditemukan atas regulasi yang ada pada Kementerian Agama, Kamis (5/7).

Konsultasi tersebut selama ini sudah berjalan, “Itjen sebenarnya sudah memberikan pendampingan dan konsultasi kepada satker dan masyarakat sejak lama, baik secara langsung saat ASN Itjen berada di daerah maupun melalui surat dan media elektoronik yang dikirimkan ke Sekretariat Itjen atau melalui pesan pribadi kepada ASN Itjen, namun mekanisme tersebut belum terintegrasi,” ungkap Mardani.

Mardani juga menambahkan bahwa pelayanan konsultasi perlu diperbaiki agar terdapat keseragaman pelayanan konsultasi, selain itu diharapkan kedepannya pengguna layanan akan terus meningkat. Meningkatnya jumlah pengguna layanan berarti memaksimalkan potensi Itjen sebagai pemandu bagi Satker dan masyarakat pada umumnya. E-konsultasi rencananya akan terintegrasi dengan website Itjen sebagaimana aplikasi Dumas dan WBS.

Lebih lanjut, Mardani menjelaskan Itjen sebagai pemandu sesuai dengan amanat Menteri Agama dan Inspektur Jenderal yang disampaikan pada pembukaan Lokakarya Pengawasan Tahun 2018 dan PMA Nomor 41 Tahun 2016 tentang Pengawasan Internal pada Kementerian Agama, pada Pasal 6  mengamanatkan Prinsip Pengawasan meliputi;

  1. mengutamanakan pencegahan diatas penindakan;
  2. peran serta, berarti pengawasan dimaksudkan untuk melakukan pendampingan guna perbaikan;
  3. keadilan, berari setiap tindakan dan/ atau pemberian sanksi dilakukan secara objektif, cermat, teliti, dan benar;
  4. membimbing, mendidik, dan memberi petunjuk dalam melaksanakan pengawasan.

"Oleh karena itu peran Katalis dan Konsultan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama harus disosialisasikan dan dapat dirasakan oleh auditi dan masyarakat, melalui aplikasi e-konsultasi ini diharapkan peran tersebut dapat lebih ditingkatkan," tegasnya.

Aplikasi e-konsultasi saat ini tengah digodok yang nantinya dapat diakses oleh seluruh ASN Kemenag dan masyarakat. Pelaksana e-konsultasi, Husnul Fuadi menambahkan pengadaan aplikasi ini merupakan pengembangan dari konsultasi yang telah berjalan dengan mengadopsi sistem e-government. Diharapkan dengan pola Manajemen by sistem ini data-data konsultasi akan terekam oleh aplikasi dan terarsipkan dengan lebih baik, sehingga dapat menjadi bahan rujukan bagi pengguna layanan dengan menjadikan konsultasi tidak terbatas oleh jarak dan waktu. Ditargetkan aplikasi ini dapat mulai diujicobakan pada bulan September 2018, dan dilaunching pada Januari 2019 mendatang. 

 

Kontributor: Bella Diniyah Putri

Redaktur/Editor: Nurul Badruttamam/Fajar Harnanto