Itjen Adakan Rakornas dan Evaluasi SPI Pada PTKN

Irjen Berikan Arahan dalam Rakornas dan Evaluasi SPI pada PTKN

Depok, [ItjenNews] - Sejak terbitnya PMA Nomor 25 Tahun 2017 tentang Satuan Pengawasan Internal (SPI) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Inspektorat Jenderal Kementerian Agama komitmen terus dampingi SPI. Bertempat di Hotel Savero Depok, Itjen adakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Evaluasi SPI pada PTKN. Menurut Andewi mewakili panitia melaporkan, kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan rekomendasi-rekomendasi dan evaluasi terhadap kendala yang dihadapi SPI. (5/6)

Dalam arahannya Inspektur Jenderal Kemenag, M. Nur Kholis Setiawan  sampaikan pentingnya kerjasama Itjen dan SPI. "Tujuannya tentu mencari bentuk sinergi, karena ada jarak yang tajam antara idealitas dan realitas. SPI tidak mungkin menggunakan nomenklatur audit sebagaimana PP no 60 tahun 2008 bahwa audit hanya untuk Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)," tuturnya. 

Menurutnya, kegiatan ini untuk menemukan cara kerja yang sesuai dan tidak berlawanan dengan reguasi yang berlaku. "Dalam hal ini win win solution harus dilakukan dalam mencari perjumpaan titik temu, by fungtion bisa berjalan dan tidak ada regulasi hukum yang dilanggar," katanya.

Irjen juga menyampaikan latar belakang dibentuknya SPI salah satunya adalah respon cepat Kemenag atas Laporan Keuangan (LK) tahun 2015 dari BPKP  yang mendapatkan Warta Dengan Pengecualian (WDP). "Kita evaluasi turunnya hasil LK salah satunya karena sangat lemahnya sistem pengendalian internal yang lemah seperti juknis yang tumpah tindih, Juknis yang kurang tepat," ujarnya.

"Sejak kemunculannya Itjen terlibat aktif dalam penyusunan legal drafting," ujar Nur Kholis. lebih lanjut, Nur Kholis menjelaskan nomenklatur SPI adalah pemeriksaan Internal sehingga tidak bertabrakan dengan regulasi induknya yakni PP nomor 60 tahun 2008.

Nur Kholis juga menegaskan, "Sebagai pimpinan itjen secara personal maupun kelembagaan, kami mendukung sepenuhnya keberadaaan SPI untuk melihat hulu masalah yang dihadapi PTKN," ungkapnya. "Adanya SPI diharapkan bisa menjadi pencegah atas pemborosan anggaran, karena teman-teman dari PTKN masih terfokus pada Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) sehingga belum bisa berkonsentrasi kepada pengembangan akademis dan riset," pungkasnya.

 

Kontributor: M. Ubaidillah

Fotografer: Agus Sujiarko

Redaktur/Editor: Nurul Badruttamam/Fajar Harnanto

PERKIN TAHUN 2018

RENSTRA ITJEN