Isi Kultum, Irjen Sampaikan Hakikat Puasa

Irjen berikan kultum setelah sholat dhuhur berjamaah

Jakarta, [ItjenNews] - Memasuki bulan suci ramadhan, ASN Inspektorat Jenderal Kemenag tingkatkan kualitas ibadah. Seperti hari kerja biasanya, jam istirahat kerja dilaksanakan sholat dhuhur berjamaah yang bertempat di masjid al-Munir. Setelah sholat berjamaah dilanjutkan dengan kultum oleh inspektur jenderal M. Nur Kholis Setiawan. kultum adalah agenda yang dicanangkan selama bulan Ramadhan. (21/5)

Irjen menjelaskan fase kehidupan manusia yang diambil dari syarah fathul mu'in dalam inayatut thalibin halaman pertama. "Fase awal adalah menapaki usia pendidikan (formal dan non-formal), karena mencari ilmu adalah kewajiban," ucapnya. Menurutnya belajar adalah ikhtiar menjadi orang yang memiliki kompetensi, dengan rumpun ilmu yang didalami masing-masing. "Dengan ilmu yang dipelajari, menjadi jalan menaikan status seseorang dalam bagian masyarakat dan kompetensi salah satu piranti seseorang meraih jalan rezekinya," tambahnya.

"Hakikatnya seseorang hidup adalah mencari kebahagiaan, menurut para ulama' sufi, bahagia adalah mampu tidaknya seseorang bersyukur," tegasnya. Fase selanjutnya adalah Allah akan membukakan mata batin. Menurutnya ketika hidup sudah bahagia maka mata batin akan terasah. "Orang bisa saja berlebih memiliki duniawi, tapi jika dia tidak merasa cukup dia tidak akan pernah bersyukur," tuturnya. 

Nur Kholis mengingatkan bahwa puasa adalah salah satu piranti untuk menyelami jati diri kemanusiaan. "puasa ramadhan pada hakikatnya adalah jalan bagi makhluk-makhluk untuk merasa cukup, dengan perasaan cukup menghindarkan seseorang dari sifat dengki, iri, rakus, sombong dan hal-hal yang tidak baik," sambungnya. Fase terakhir adalah insan kamil, anugerah allah yang turun kepada manusia yang dianggap dekat dengan Allah.

"Puasa mengajarkan untuk menekan dimensi ego manusia menjadi dimensi yang menjelma sebagai jalan menuju kepada Allah," pungkasnya.

 

Kontributor: M. Ubaidillah

Fotografer: Nurdiansyah

Redaktur/Editor: Nurul Badruttamam/Fajar Harnanto