Irjen Kemenag “Nyeruput Kopi” bersama ASN Itjen

Irjen Kemenag didampingi Irwil II dan IV

Jakarta [ItjenNews] - Inspektorat Jenderal Kementerian Agama adakan acara “Nyeruput Kopi”. Acara ini adalah bentuk “out of the box” upaya pembinaan sekaligus sosialisasi yang diharapkan dapat meningkatkan visi para ASN di Itjen, khususnya para auditor. Upgrading menjadi komponen penting untuk merespon isu-isu aktual dan regulasi baru di Kemenag. Nyeruput kopi yang di isi langsung oleh Inspektur Jenderal M. Nur Kholis Setiawan berikan motivasi tersendiri bagi Auditor,  Senin (12/02).

Di awal acara, Nur Kholis sempat menghemat isu keberagamaan yang acap mendapat gangguan oknum takbertanggung jawab. Nur Kholis kembali menukil perkataan Menteri Agama bahwa beragama sejatinya adalah berIndonesia dan berIndonesia hakikatnya adalah mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan.

Menyambung tema acara, sesuai arahan Menteri Agama, “Itjen harus Inheren, menyatu karena  kita adalah bagian keluarga besar Kemenag maka kita harus menjaga marwah kemenag dan mewujudkan keberagamaan yang rukun dan moderat” tegas Nur Kholis.

Setelah sebelumnya membuat statement I’tibar kepada tajwid, Nur kholis lagi-lagi membuat dan mengajak ASN Itjen I’tibar dari ilmu tasawuf.

“pemimpin harus bisa mendalami tugas dan fungsi, saya teringat dalam manaqib Abu Hasan As Syadzili di halaman dua tentang tasawuf, tiga hal bagaimana tafakur seorang murid mencari seorang guru” sambung Nur Kholis.

Pertama, hendaknya murid tahu prinsip-prinsip dasar ajaran tasawuf yang di bawa seorang guru. “sebelum kita melaksanakan pekerjaan di Itjen, hendaknya kita tahu betul Tugas dan Fungsi,” ungkapnya. Seseorang tidak akan bisa memiliki inovasi dan kinerja yang baik jika tidak menguasai substansinya.

 Kedua, Wirid, Wurud dan Dzikirnya, murid harus tahu keseharian gurunya. Nur Kholis menjelaskna bahwa “seorang ASN Itjen harus memahami dan melihat secara detail mana program Rutin dan Prioritas”.

Ketiga, wa silsilatahu (mengetahui silsilah keilmuan tasawuf gurunya). “seorang ASN Itjen harus memahami betul regulasi Induk agar tidak salah dalam mengambil langkah di lapangan” jelasnya. Satker di daerah hanya menjalankan Regulasi dari unit eselon I pusat, maka auditor ketika menemukan masalah harus bisa mengambil langkah yang tepat.

“Acara seperti ini saya harap berseri dan sering dilakukan sebagai ikhtiar upgrading”  sebagai closing statement.           

 

 

Kontributor: M. Ubaidillah

Redaktur: Nurul Badruttamam

PERKIN TAHUN 2018

RENSTRA ITJEN