Irjen Kemenag Ajak ASN Jadi Aktor dan Representasi Lembaga

Irjen didampingi Kakanwil Kalsel saat berikan Pembinaan ASN

Banjarmasin, [ItjenNews] - Memasuki era milenial yang menawarkan berbagai kemudahan menyebabkan perubahan gaya hidup, termasuk kehidupan keagamaan. Menurut Irjen Kemenag M. Nur Kholis Setiawan dalam Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kanwil Kemenag Kalsel dan Uin Antasari, berbagai paham keagamaan muncul dengan mudah dan tersebar di media sosial, jika tidak disikapi dengan bijak bisa membahayakan kehidupan keberagamaan.

“Ini tantangan bagi Kemenag,” kata Irjen. Menurutnya Kemenag harus mempu memberikan pelayan keagamaan yang berkualitas untuk menjawab permasalahan keagamaan yang dihadapi generasi sekarang yang tidak lagi sama seperti 10 atau 15 tahun sebelumnya.

Menjawab permasalahan keagamaan yang dihadapi, menurut Nur Kholis ASN Kemenag harus mampu menjadi aktor dan perwujudan Kemenag. "ASN kemenag harus mampu memberikan pemenuhan layanan keagamaan, meningkatkan kualitas layanan keagamaan, meningkatkan kerukunan antar dan internal umat beragama, meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan dan peningkatan pelayanan penyelenggaraan ibadah Haji," ujarnya.

Irjen juga mengingatkan, “LK WTP (Laporan Keuangan Wajar Tanpa Pengecualian) saja tidak cukup, tapi bagaimana bisa melayani generasi sekarang yang jauh berbeda,” ujarnya di aula Kanwil Kemenag Kalsel. (28/5)

Nur Kholis juga mengingatkan, sebagai aktor, ASN Kemenag harus menguasai Tugas dan Fungsinya dengan baik. Sudah saatnya menurut Nur Kholis, paradigma sebagai pemimpin yang menakutkan dirubah. “Jadilah pemimpin yang membangkitkan energi-energi positif, bukan malah menakutkan,” pesannya.

Terkait perubahan paradigma pengawasan, menurutnya saat ini Itjen Kemenag sudah melakukan pergeseran dari semula sebagai penindak kepada konsultan. “Inspektorat jenderal hadir sebagai pendamping dan pemberi jawaban terhadap permasalah yang dihadapi pimpinan satker,” tukasnya.

alih transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN memiliki arti penting. UIN diharapkan mampu menjawab harapan masyarakat karena seperti diketahui bahwa akademisi di universitas menjadi aset berharga dalam menyumbangkan pemikiran untuk menyelesaikan problem. “ASN di lingkungan kampus harus paham tugas dan fungsi yang diemban, harapan saya setelah melakukan transformasi dari IAIN ke UIN maka harus ada perubahan paradigma ke arah yang lebih baik,” jelas Irjen.

Secara khusus Irjen Nur Kholis berpesan agar semua sivitas akademikanya dapat membawa nama baik UIN Antasari dimanapun berada dan menjadi representasi kampus saat dilihat khalayak luas.​

 

Sumber: Inmas Kanwil Kalsel, Humas UIN Antasari

Redaktur: Nurul Badruttamam