Cegah Korupsi, Janedri M. Gaffar: Mulai dari Diri Sendiri

Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Janedri M. Gaffar (Foto: Ubay)

Bogor, [ItjenNews] - Mewujudkan Kementerian Agama bersih dari korupsi, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama gelar Sosialisasi Anti Korupsi. Kegiatan ini diharapkan akan mendorong meluasnya kesadaran nilai-nilai anti korupsi. Bertempat di Renotel Olympic Hotel Bogor, acara menghadirkan peserta dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) yang mengelola anggaran ditingkat Pusat, Kanwil dan PTKN, Selasa (26/11).

Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Ham Janedri M. Gaffar, berkesempatan hadir menyampaikan strategi paling ampuh untuk pemberantasan tindak pidana korupsi adalah memulai dengan diri sendiri.

"Kita harus memulai dari diri sendiri, dari sekian banyak strategi untuk memberantas tindak pidana korupsi," kata mantan Sekjen Mahkamah Konstitusi ini. Menurutnya selain dimulai dari diri sendiri, strategi pemberantasan tindak pidana korupsi juga harus dikenalkan dan ditanamkan kepada segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pendidikan, agar mereka takut kepada perbuatan korupsi. Dan tentunya, tidak menutup kemungkinan peran serta dari masyarakat.

Janedri menyampaikan pemberantasan korupsi harus dilakukan Bersama-sama. “Ada 3 strategi pemberasan korupsi, pertama penindakan seperti OTT, kedua pencegahan, ini yang harus kita diseminasikan, dan pendidikan,” ucapnya.

“Perlu ada keberanian untuk menyampaikan kejujuran, orang itu takut karena gak bener,” sambungnya.

Menurutnya sesuai hasil Rapim Kemenag, tahun 2019 kebijakan LHKPN akan diperluas cakupannya. Ia menambahkan saat mengenang selama 13 tahun lamanya menjadi Sekjen MK, dirinya pernah mewajibkan semua pegawai MK untuk mewajibkan LHKPN di lingkungan MK.

“Tujuannya apa sih LHKPN? Supaya kita tercegah dan tidak bisa korupsi, itu tujuannya,” tegasnya.

Ia memaparkan tindak pidana korupsi secara garis besar ada 3 sebab yakni kebutuhan, senantiasa merasa kurang/tamak, dan naif. Selain itu pula, tindak pidana korupsi dapat terjadi karena adanya kesempatan (Opportunity), pembenaran terhadap perbuatan yang dilakukan, dan karena kebutuhan serta rasa tamak atau rakus.

Janedri mengajak Bersama-sama mencegah tindak pidana korupsi. “Kita harus membangun budaya anti korupsi, jangan sampai 5 budaya kerja kita hanya jadi sebuah jargon tetapi harus diterapkan dalam kerja-kerja operasional,” ujarnya.

“Pencegahan korupsi dapat dilakukan dengan menumbuhkan nilai-nilai Integritas, Integritas itu apa yang ada pikiran, hati dan tindakan itu selaras,” tandas Janedri.

 

Kontributor: M. Ubaidillah

Redaktur/Editor: Nurul Badruttamam/Fajar Harnanto

 

PERKIN TAHUN 2018

RENSTRA ITJEN