Buka ToT Sosialisasi Pencegahan Korupsi, Menag: "Peran Perempuan Penting Cegah Korupsi"

Menag Tuliskan Quote Terkait Peran Perempuan Cegah Korupsi

Jakarta [ItjenNews] – Inspektorat Jenderal Kementerian Agama bersama KPK dan AIPJ adakan Sosialisasi Pencegahan Korupsi ‘Training of Trainer’ Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Acara ini dibuka oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Sebagai perwakilan KPK, turut hadir Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan.

Sebelum 'ritual' pukul gong tanda dibukanya acara, Menag sampaikan sambutanya dengan cara yang unik. Berdiri di tengah-tengah audien, Menag berprolog sambil sesekali berinteraksi dengan para hadirin yang ada di tempat acara. 

Beberapa argumentasi peserta yang disilakan berbicara langsung ditanggapi oleh Menag. Ia mensarikan bahwa selain faktor eksternal, yakni sistem yang memancing tindak pidana korupsi, faktor internal yang tak kalah penting sebagai penyumbang tindak prilaku koruptif. Ketidakmampuan mengendalikan nafsu duniawi yang terlewat batas. Hidup untuk membiayai gaya hidup dan gengsi sementara pendapatan tak akan pernah cukup menutupi gaya hidup. Menjadi hal yang turut digarisbawahi oleh Menag. 

"Ada gengsi seakan istri pejabat gaul sama sosialita. Ada tuntutan gaya hidup. Masa istri pejabat ngopi di kafe kelas mewah. Kalau tidak punya qanaah pasti akan merasa kurang saja dalam hidup dan ujung-ujungnya pasti korupsi," ujarnya..

Sesuai dengan tema acara, "Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga", Menag pun menitikberatkan pentingnya memunculkan kesadaran tersebut. Faktor kesadaran adalah modal penting menjauhkan budaya korupsi sejak di lingkungan terkecil yaitu keluarga. Sebab bagaimanapun korupsi sejatinya mendatangkan kerugian tidak hanya diri sendiri tetapi juga orang lain. Perkara yang sama sekali dilarang agama manapun.

Menag mengajak segenap peserta yang merupakan istri pejabat di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) menjadi garda terdepan melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. Peran strategis perempuan diyakini mampu memaksimalkan sektor tersebut, apalagi perannya berbasis keluarga. "Kita sedang menorehkan sejarah untuk generasi ke depan agar punya kesadaran perangi korupsi. Selaku Menag saya bersyukur dan apresiasi atas inovasi perubahan gerakan antikorupsi," ujar Menag.

 Acara dilanjutkan dengan penulisan quote terkait semangat pencegahan korupsi yang dimulai dari lingkungan keluarga oleh Menag, Wakil Ketua KPK, dan Perwakilan AIPJ. 

 

Kontributor: Fajar Harnanto

Redaktur: Nurul Badruttamam

PERKIN TAHUN 2018

RENSTRA ITJEN