Buka ToT SPAK, Menag Ingatkan Posisi Strategis Perempuan

Menag Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan arahan dan membuka secara resmi ToT SPAK (Foto: Ubay)

Jakarta, [ItjenNews] – Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Bersama KPK dan AIPJ2 di Tahun 2019 kembali gelar Training of Trainer (ToT) Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Plt. Inspektur Jenderal M. Nur Kholis Setiawan melaporkan kegiatan tersebut diikuti sebanyak 73 Istri Pimpinan PTKN, 10 Istri Pimpinan Kanwil dan Pegawai Itjen yang belum ToT SPAK tahun 2018. Bertempat di Jakarta, turut hadir Menag Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan perwakilan Pimpinan AIPJ2, Kamis (07/02).

Menag dalam arahanya menyampaikan pentingnya semangat SPAK untuk disebarluaskan. “Huruf P pada SPAK harus dikembangkan lagi, tidak hanya perempuan. Bisa berkembang menjadi pegawai, atau pejabat, sehingga slogan menjadi Saya Pegawai Anti Korupsi atau Saya Pejabat Anti Korupsi,” ucap Menag.

“Saya sempat mengkonfirmasi kepada Ibu Basaria, huruf P pada KPK itu apa? Ternyata benar adalah pemberantasan,” ujar menag. Menurutnya ini berarti Kementerian Agama lebih ditekankan dan fokus pada aspek pencegahan atau preventif. “Kita jgn berasumsi untuk melakukan pemberantasan, karena yg diberikan kewenangan oleh undang-undang untuk melakukan pemberantasan adalah KPK,” sambungnya.

Lebih lanjut, Menag menyampaikan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari lingkungan sekitar kita dan posisi perempuan sangat strategis dalam pencegahan korupsi. “Kita berfokus pada pencegahan. Dan pencegahan dimulai basicnya dari keluarga. jika keluarga memiliki ketahanan social yang baik maka masyarakat akan menjadi baik,” ungkap Menag.

Menag mengungkapkan bahwa persamaan persepsi tentang korupsi akan menimbulkan kesadaran terhadap pencegahan korupsi. “Jika ingin mencegah korupsi, idealnya karena memang ada kesadaran untuk tidak melakukannya. Definisi korupsi saya maknai dengan rusak, merusak diri sendiri, keluarga, masyarakat. Tindakan korupsi adalah tindakan merusak,” tandas Menag.

 

Kontributor: M. Ubaidillah

Redaktur: Nurul Badruttamam