Basaria Panjaitan: "Perang Melawan Korupsi Bukan Saja Tugas KPK Tapi Juga Perempuan dan Kaum Ibu"

Basaria Panjaitan, Berikan Sambutanya Di Acara Sosialisasi Pencegahan Korupsi ‘Training of Trainer’ Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang diinisiasi oleh Itjen Kemenag

Jakarta [ItjenNews] – Dalam sambutannya, di acara Sosialisasi Pencegahan Korupsi ‘Training of Trainer’ Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Basaria Panjaitan, salah satu wakil pimpinan KPK mengatakan bahwa KPK hanya bertugas mentrigger masyarakat dan seluruh kementerian untuk memberantas korupsi. "Tidak mungkin KPK menangani begitu banyak kasus tanpa bantuan masyarakat dan seluruh kementerian," kata Basaria. 

Basaria juga menambahkan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari keluarga sendiri sesuai dengan tema yang diambil "Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga". Di sinilah peran perempuan terutama ibu-ibu bagaimana melatih anak anak untuk berbuat jujur. "Karena korupsi itu adalah tidak jujur," pungkasnya.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan juga mengingatkan bahwa perang melawan korupsi hakikatnya bukan saja tugas KPK, melainkan juga tugas semua pihak, tak terkecuali perempuan dan kaum ibu. Tugas KPK hanyalah pendorong dan pemacu semua kementerian, pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan seterusnya ."Visi utama kita adalah pencegahan," ujarnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, mengapa para ibu dan perempuan penting dilibatkan memberantas korupsi, sebab berdasarkan sejumlah hasil riset KPK 2012 di sejumlah daerah terungkap yaitu hanya 4 persen  anak yang diajarkan kejujuran oleh ibu, sebanyak 80 persen pendidikan diperoleh dari ibu, dan 50 persen lebih penduduk Indonesia adalah perempuan.

"Kita anggap andai seluruh perempuan kita ajak bersama , sesuai dengan pekerjaaan masing-masing jaksa hakim PNS selalu ingatkan korupsi. Kalau di rumah ingatkan anak, adik, suami, dan di  kantor ingatkan teman-teman rasanya pencegahan akan ringan," pungkasnya. Ia pun mengajak para kaum ibu yang hadir di acara agar mengenali, memahami, mengingkatkan, lalu melaporkan tindak pidana korupsi agar bisa melindungi suami dan anak atau keluarga dari perbuatan melanggar hukum tersebut.

 

Kontributor: Fajar, Agus Sujiarko

Redaktur: Nurul Badruttamam