Added Value Seorang Auditor Sebagai Assurance Dan Consultan

Penanaman pohon di MTsN 1 Kota Pariaman, (Foto: Doc Itjen Kemnag)

Pariaman, [ItjenNews] - Inspektorat Jenderal Kementerian Agama lakukan Audit KInerja di berbagai satuan kerja baik Pusat, unit Eselon I Pusat, Kanwil Kemenag, Kemenag Kab/Kota, Perguruan Tinggi, hingga ke madrasah. Audit ini bertujuan memberikan assurance (jaminan) kepada Kemenag dalam peningkatan tata kelola atau governance. Audit kinerja kali ini yang dilakukan pada satuan kerja Propinsi Sumatera Barat dari tanggal 18 Nopember s.d 01 Desember 2018 pada MAN Kota Pariaman , MTsN 1 dan 2 Kota Pariaman Propinsi Sumatera Barat.

Sebagaimana biasa audit kinerja dilakukan dengan melalui forum group discussion (FGD) untuk menyepakati anggaran yang akan diaudit. Audit kinerja Itjen menggunakan metode balance scorecard sebagat alat untuk menilai kinerja organisasi dari empat perspektif yakni: stakeholders, internal proses, Pembelajaran pertumbuhan, dan keuangan. Dengan penilaian kinerja secara scoring, hal tersebut dapat menilai kinerja satuan kerja yang di audit. Sebagai profesi yang profesional auditor dalam melakukan assurance harus sesuai dengan definisi audit, kode etik dan standar audit.

Internal audit dalam hal ini APIP melakukan assurance maupun consultant, juga harus berkewajiban memberikan nilai tambah (added value) untuk organisasinya. Kata Sugina ketua tim audit, &ldquo nilai tambah atau add value atau nilai tambah kepada satker untuk menuju tata kelola yang lebih baik atau yang sering kita sebut dengan istilah governance, manajemen risiko atau risk management dan pengendalian atau control itulah inti dari penerapan sistem pengendalin intern pemerintah," ujarnya.

Tim audit juga telah melatih MTsN 1 Kota Periaman untuk penerapan SPI. Uji SPI yang dilakukan tim itjen dengan metode wawancara dilanjutkan dengan observasi sekaligus uji dokumen hal ini inovasi tim bukan hanya sekedar sebarkan kuesioner.

Dilanjutkan, penanaman pohon bersama dengan kepala Kemenag Kota Pariaman Muhammad Nur dan kepala MTsN 1 Kota Pariaman Nur Eliwati juga tidak lupa dengan Kapolres Kota Pariaman ini merupakan salah satu added value atau nilai tambah yang diberikan oleh tim untuk mengelola risiko atau management risk. Disadari bahwa pesisir barat sumatera merupakan daerah rawan gempa dan liquifaksi lempeng bumi sehingga apabila terjadi tsunami, dampak dari tsunami dapat dikurangi dengan adanya pohon-pohon besar di pinggir laut.

Tim juga mendukung misi MTsN 1 Kota Pariaman sebagai sekolah adiwiyata. Akan lebih indah lagi 3 - 5 tahun yang akan datang apabila MTsN 1 kota pariaman ini diperindah karena berdasarkan market tata ruang kota pariaman akan dibangun masjid terapung di belakang MTsN 1 dan pemasangan tiang pancangnya sudah dimulai oleh pemerintah kota sehingga kedepan MTsN 1 dapat mewakili wajah kementerian agama dan akan menjadi satu-satunya di dunia mungkin masjid terapung yang bersebelahan dengan madrasah.

Sesuai dengan arahan Inspektur Wilayah II Nur Arifin, disetiap pembekalan tim audit yang akan melaksanakan tugas, selalu mengingatkan bahwa auditor harus selalu menjadi partner sekaligus helper bagi satuan kerja. Agar tujuan organisasi dan tata kelola yang baik, manajemen risiko dan pengendalian yang efektif terwujud. Hal tersebut sebagai guidance ASN dalam mewujudkan Visi Misi Kementerian Agama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di tempat kerja masing-masing.

 

Kontributor: Hasyim Prasetyo

Redaktur/Editor: Nurul Badruttamam/Fajar Harnanto

PERKIN TAHUN 2018

RENSTRA ITJEN