Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI RSS Berita Berita terkini ITJEN Kemenag RI http://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita Fri, 24 Nov 2017 03:20:46 +0700 Fri, 24 Nov 2017 03:20:46 +0700Perkokoh Persatuan Membangun NegeriDok: [ItjenNews] - Dirjen Bimas Islam (depan) membacakan pidato.Jakarta [ItjenNews] - “Bung karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan, tidak ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah Negara yang bernama republik Indonesia”. Demikian petikan sambutan Menteri Sosial yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Bimas Islam Muhammadiyah Amin selaku Inspektur Upacara yang dilaksakanan di Gedung Kementerian Agama Lapangan Banteng, Jakpus (10/11/2017). Diharapkan momen memperingati hari pahlawan ini akan memberikan harapan dan masa depan yang lebih baik. Sebagaimana yang telah dicanangkan oleh pemerintah Jokowi-JK dalam sebuah visi transformatif yakni terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong. Hari pahlawan adalah kesempatan mengenang pejuang yang telah merintis kemerdekaan dan meraihnya, sehingga saat ini kita bisa hidup sebagai bangsa yang merdeka, bersatu dan berdaulat. “Para pahlawan mengabarkan pesan penting untuk membangun bangsa kepada kita sehingga kita wajib memperkokoh persatuan dan membangun negeri,” ujar Amin. Turut bertugas dalam upacara kali ini didampuk para punggawa Inspektorat. Zulfa Hanum sebagai pembaca UUD 1945, Taufik Arsaf membawakan teks Pancasila, Irfan Hasanudin membaca Panca Prasetya Korpri, dan doa oleh Aziz Noor.Kontributor: Noverlin GuloRedaktur: Moh. Asnawihttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/perkokoh-persatuan-membangun-negeriFri, 10 Nov 2017 00:00:00 +0700Rojikin: "Itjen Akan Dorong Unit Teknis Perhatikan Anggaran Pokjahulu"Dok: [ItjenNews] - Sekretaris, dan Inspektur Investigasi (depan) memimpin jalannya rapat. Jakarta [ItjenNews] - Dikemas dalam bentuk rapat konsultatif, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama akomodasi kedatangan kelompok kerja penghulu (pokjahulu) DKI Jakarta. Bertempat di Operation Room Lantai II Gedung Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Agama hari Kamis (9/11/2017). Melalui Acara ini Inspektorat Jenderal berusaha menyerap aspirasi dan mendengar keluhan-keluhan persoalan kepenghuluan secara langsung. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Itjen, Inspektur Investigasi, perwakilan Auditor Investigasi, Pejabat Eselon III dan IV, dan para penghulu yang tergabung dalam Pokjahulu DKI Jakarta. Salah satu persoalan yang diangkat dalam forum adalah bagaimana solusi menutup kebutuhan anggaran operasional Pokjahulu DKI Jakarta yang tidak tersedia anggarannya? Ujar salah satu pengurus. “Itjen akan mendorong Unit Teknis Eselon I (Ditjen Bimas Islam) agar kebutuhan anggaran operasional Pokjahulu dipikirkan dan dicarikan solusinya, bila perlu dibuatkan regulasinya”, jawab Rojikin sebagai Inspektur Investigasi. Rojikin menyampaikan bahwa persoalan kepenghuluan adalah persoalan bersama, Itjen berkewajiban mengawasi kinerja penghulu dalam memberikan pelayanan publik. Ia pun melanjutkan agar Kepala KUA dan Penghulu menjaga integritasnya dan memedomani PP Nomor 48 Tahun 2014 dan PMA Nomor 24 Tahun 2014 khususnya persoalan pencatatan dan biaya nikah. “Jangan sampai dalam proses pencatatan nikah, negara atau masyarakat dirugikan” tegasnya. Rojikin lebih lanjut menyampaikan bahwa Keberadaan Pokjahulu (DKI Jakarta) harus ikut membina para penghulu di lingkungannya. “Jangan sampai anggotanya (penghulu) melakukan tindakan di luar ketentuan”, tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Itjen menyampaikan secara khusus kepada Pokjahulu DKI Jakarta bahwa bila Itjen turun ke lapangan jangan diasumsikan yang bukan-bukan. Hal ini merupakan bentuk pembinaan dalam rangka perbaikan. Rapat konsultatif seperti ini penting dan harus ditradisikan. “Itjen dan ASN Penghulu perlu duduk bersama membahas persoalan-persoalan kepenghuluan yang terjadi di lapangan,” tandas Tambrin. Kontributor: Moh. Asnawihttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/rojikin--itjen-akan-dorong-unit-teknis-perhatikan-anggaran-pokjahuluThu, 09 Nov 2017 00:00:00 +0700Itjen Kawal KMA Pembentukan Unit Pemberantasan Pungli Segera TerbitDok: [ItjenNews]Jakarta [ItjenNews] - Difasilitasi oleh Subbagian Hukum Itjen Kemenag, lakukan pembahasan draft KMA terkait Pembentukan Unit Pemberantasan Pungli di Kementerian Agama.Pembahasan Draft ini sudah mencapai tahap finalisasi, dengan mengutamakan output agar segera dilakukan pengesahan oleh Biro Hukum. KMA ini dianggap cukup krusial dan strategis karena menyangkut semangat perbaikan dan reformasi birokrasi yang mengutamakan layanan. Layanan akan baik apabila tidak ditemukan lagi pungutan-pungutan aregulasi (liar). Hal ini tentu akan mendorong pemenuhan outcome terkait kepuasan masyarakat kepada kinerja Kemenag.Seperti diutarakan oleh Sekretaris Itjen, Muhammad Tambrin bahwasannya masih terdapat titik krusial layanan Kemenag yang rawan pungli. Seperti pada layanan haji, KUA, dan pendidikan. "Saya kira masih ada potensi untuk terjadinya pungli di Kementerian kita, draft ini saya pikir harus kita dorong agar segera disahkan," tegasnya saat memberi arahan. Hal senada juga diungkap Inspektur Wilayah II, Maman Saepulloh yang mengatakan bahwa nantinya KMA ini akan menjadi pangkal acuan guna dirumuskannya aturan-aturan teknis penunjang lainnya. "Saya pikir KMA ini nantinya akan kita jadikan acuan penyusunan Kep. Irjen yang akan mengatur lebih rinci, salah satunya terkait pembentukan tim Addhock untuk menangani Pungli," tandasnya. Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Moh. Asnawi http://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/itjen-kawal-kma-pembentukan-unit-pemberantasan-pungli-segera-terbitTue, 07 Nov 2017 00:00:00 +0700Penuh Semangat, Menag Ikut Senam Pagi Outbond Itjen 2017Dok: ItjenNewsBogor [ItjenNews] - Menag, Lukman Hakim Saifuddin ikuti acara Outbond Itjen hingga hari terakhir pelaksanaan kegiatan. Takdinyana, di tengah padatnya jadwal, selama dua hari berturut Menag terus sempatkan diri dampingi jajarannya guna mempererat silaturahmi dan membangun karakter di tengah suasana alam kota hujan.Mulai dari mengikuti kegiatan alam, memberikan arahan di tengah api unggun, hingga senam pagi bersama jadi momen menarik bersama Menag. Tentunya hal ini menjadi pengalaman berkesan seluruh jajaran Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Terlihat dari antusiasme peserta kegiatan yang tinggi hingga ditutupnya acara pagi tadi (29/10/2017). Menag terlihat sangat enerjik dan bersemangat mengikuti senam pagi dalam rangkaian acara Outbond. Menteri pun mengikuti seremonial penutupan, diiringi dengan membanjirnya ASN Inspektorat yang ingin berfoto bersama mengabadikan momentum berharga tersebut.Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Moh. Asnawihttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/penuh-semangat--menag-ikut-senam-pagi-outbond-itjen-2017Sun, 29 Oct 2017 00:00:00 +0700Beri Arahan Di Tengah Api Unggun, Menag: "Penjatuhan Sanksi Hendaknya Jadi Tahap Paling Akhir"Dok: ItjenNewsBogor [ItjenNews] - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hadir dalam Night Gathering pada Sabtu (28/10/2017) sebagai rangkaian acara Pembinaan Mental dan Penguatan Integritas Pegawai Inspektorat Jenderal Kementerian Agama di The Forest Hotel Bogor. Acara dibuka oleh Inspektur Jenderal Kementerian Agama Nur Kholis Setiawan yang dilanjutkan penyalaan api unggun. Obor dibawa lima orang pegawai Inspektorat Jenderal yang melambangkan Lima Budaya Kerja Kementerian Agama yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan. Obor dibawa ke tengah lapangan untuk menyalakan api unggun. Api berkobar, yang berarti Lima budaya kerja akan terus menyala dan berkobar pada tiap-tiap ASN Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Arahannya, Menteri Agama mengingatkan apa yang harus dilakukan ASN Inspektorat sebagai garda terdepan dalam pengawasan internal terhadap satker-satker di Kementerian Agama agar ASN di seluruh satker on the track sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku. Pertama, ASN Itjen harus bersih dan bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku. “Sebelum kita meminta satker-satker harus bersih hendaknya ASN Inspektorat Jenderal sebagai institusi yang bertugas membersihkan harus terlebih dahulu bersih dan bertidak sesuai aturan,” wejang Menteri Agama. Kedua, ASN Itjen harus profesional, lebih tahu aturan-aturan dan regulasi dibanding satker-satker yang diawasinya. Selanjutnya yang ketiga adalah cara pandang dan paradigma ASN Itjen mengenai pengawasan. “Cara pandang dan paradigma ASN Itjen dalam pengawasan hendaknya bersifat preventif atau pencegahan. Penjatuhan sanksi merupakan tahap paling akhir. Kalaupun harus dijatuhi sanksi itupun harus karena cinta supaya yang bersangkutan tidak melalukannya lagi,“ ujar Lukman disambut tepuk tangan. Terakhir menteri mengingatkan kita semua harus melahirkan hal-hal baru dan inovatif. “Kita jangan terjebak oleh rutinitas. Kita harus selalu melahirkan hal-hal baru untuk kebaikan dari kementerian Agama,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin. Kontributor: Agus Sujiarko Redaktur: Moh. Asnawi http://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/beri-arahan-di-tengah-api-unggun--menag--penjatuhan-sanksi-hendaknya-jadi-tahap-paling-akhirSat, 28 Oct 2017 00:00:00 +0700Apel Sumpah Pemuda, Irjen: "Bersatu dalam Kebaikan Identitas Jati Diri Itjen"Dok: ItjenNewsBogor [ItjenNews] - Inspektur Jenderal Kementerian Agama Nur Kholis Setiawan menjadi Pembina pada Apel memperingati Sumpah Pemuda ke 89 yang berlangsung di Lapangan The Forest Hotel Bogor pada Sabtu pagi (28/10/2017). Apel Sumpah Pemuda ini dihadiri oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Muhammad Tambrin, Pejabat eselon II, III dan IV serta auditor dan pegawai di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Kegiatan apel ini adalah rangkaian kegiatan Pembinaan Mental dan Penguatan Integritas Pegawai Inpektorat Jenderal Kementerian Agama yang diadakan pada Jumat s.d. Minggu, 27 s.d. 29 Oktober 2017 di The Forest Hotel Bogor. Arahannya Nur Kholis Setiawan mengingatkan untuk selalu menjaga persatuan. “Kebaikan yang terberai akan menjadi lemah. Sebaliknya suatu keburukan atau kejahatan yang bersatu akan menjadi kuat.” Inspektorat Jenderal sebagai garda terdepan dalam pengawasan internal Kementerian Agama untuk selalu bersatu dalam kebaikan sebagai identitas dan jatidiri dari Inspektorat Jenderal. Selain itu Irjen juga mengingatkan ada empat tipe manusia, Pertama dia punya pengetahuan dan mau tahu akan pengetahuannya itu. Kedua, kurang mempunyai pengetahuan tapi dia mau tahu akan kurang pengetahuannya. Ketiga, punya pengetahuan tapi tidak mau tahu akan pengetahuannya itu. Terakhir yang keempat, pribadi kurang mempunyai pengetahuan dan tidak mau tahu akan kurang pengetahuannya itu. Nur Kholis berharap, setidaknya ASN Inspektorat Jenderal Kementerian Agama menjadi tipe yang nomor dua dan lebih bagus lagi menjadi tipe yang nomor satu, mempunyai pengetahuan dan mau tahu akan pengetahuannya itu. Kontributor: Agus Sujiarko Redaktur: Moh. Asnawi http://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/apel-sumpah-pemuda--irjen--bersatu-dalam-kebaikan-identitas-jati-diri-itjenSat, 28 Oct 2017 00:00:00 +0700Buka Outbond 2017, Irjen: "Kuatkan Integritas, Kombinasikan Kebaikan dengan Kebenaran"Dok: ItjenNewsBogor [ItjenNews] - Inspektorat Jenderal Kemenag menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Mental dan Penguatan Integritas Pegawai Itjen Kemenag yang dilaksakanan di The Forest Hotel, Bogor Jawa Barat, 27 s.d 29 Oktober 2017. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Pejabat Eselon, auditor dan staf di lingkungan Itjen kemenag. Disampaikan oleh Sekretaris Itjen Muhammad Thambrin kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan integritas dalam bekerja serta menjalin silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan keluarga besar Itjen Kemenag.Secara resmi kegiatan ini dibuka oleh Irjen Kemenag Nur Kholis Setiawan. Dalam Arahannya Irjen menyampaikan bahwa dalam konteks pembinaan mental, sebagai unit yang dapat amanah, sebagai early warning bagi satker yang lain di lingkungan Kemenag, perlu mengombinasikan dua hal dalam melaksakan tugas yakni, kebaikan dan kebenaran untuk dapat meraih kebahagiaan.Di dalam konteks organisasi, Itjen memposisikan diri sebagai early warning. Realisasinya, mengombinasikan kebaikan dengan kebenaran dalam melaksanakan tugas pendampingan dan pengawasan. Lebih lanjut Irjen menyampaikan kaitannya dengan kegiatan character building ini ialah untuk peningkatan Integritas Itjen. Terdapat Tiga dimensi yang penting dalam Integritas yakni Kebaikan, Kebenaran, dan Keindahan yang perlu diseimbangkan. "Itjen tidak boleh kehilangan sedikit pun ketegasannya dalam melaksanakan tugas," pungkas Irjen. Acara tersebut pun turut hadir ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher yang meyampaikan pesan kepada Inspekorat Jenderal Kemenag agar lebih banyak melakukan pembinaan kepada auditi bukan hanya pemeriksaan pada auditinya. Oleh sebab itu, diperlukan sumber daya manusia yang memiliki integritas.Kontributor: Noverlin GuloRedaktur: Moh. Asnawihttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/buka-outbond-2017--irjen--kuatkan-integritas--kombinasikan-kebaikan-dengan-kebenaranFri, 27 Oct 2017 00:00:00 +0700Optimalkan Postur Anggaran 2018, Itjen Lakukan Bedah AnggaranDok: [ItjenNews] Bogor [ ItjenNews] - Triwulan akhir 2017, guna mempersiapkan postur anggaran 2018, Subbagian Perencanaan Itjen menyelenggarakan kegiatan Bedah RKA-KL tahun 2018 selama 3 hari di Hotel Salak Bogor (23-25 Oktober). Dihadiri oleh pejabat eselon II, III, IV dan ASN Itjen di bidang perencanaan, kegiatan ini diharapkan menghasilkan rencana kerja anggaran yang ideal di Tahun 2018. Pelaksanaan hari pertama, Sekretaris Itjen Muhammad Tambrin menegaskan bahwa bedah RKA-K/L merupakan suatu kegiatan yang wajib memenuhi prinsip-prinsip penganggaran. "Agar dalam membedah rencana anggaran memperhatikan 5 prinsip penyusunan anggaran, yaitu prinsip Transparansi dan Akuntabilitas, Disiplin, Keadilan, Efisiensi dan Efektifitas, dan Prinsip Pendekatan Kinerja", pesannya. Lebih lanjut Tambrin mengatakan bahwa Kegiatan bedah RKA-K/L ini penting sebagai ikhtiar memahami dan menelaah dengan baik serta memetakan program yang prioritas, inovatif, sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). "Melalui penelaahan tersebut, program yang substantif harus didahulukan, sehingga penganggaran berbasis kinerja dapat diwujudkan," ujar Sekretaris anyar Itjen tersebut. Di akhir arahan, ia menegaskan supaya tambahan anggaran Itjen sebesar 25 milyar di tahun depan dapat dioptimalkan, disusun dan direncanakan sesuai “amanahnya”, yakni pengawasan di bidang pendidikan. Kontributor: Moh. Asnawihttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/optimalkan-postur-anggaran-2018--itjen-lakukan-bedah-anggaranTue, 24 Oct 2017 00:00:00 +0700Kabag Umum & Kepegawaian: "Kodefikasi Naskah Sepele, Tapi Hal Pokok Nan Penting"Dok: ItjenNewsDepok [ItjenNews] - Diikiuti perwakilan-perwakilan Subbagian Tata Usaha Sekretariat, Wilayah, dan Investigasi, acara bimbingan teknis (bimtek) Pembinaan Kearsipan di Lingkungan Itjen diselenggarakan (18 s.d. 20 Oktober 2017) di salah satu hotel bilangan Depok Jabar.Kegiatan ini sedianya akan menjadi sarana fasilitasi kepada perwakilan Tata Usaha di Itjen untuk membenahi tata naskah-persuratan di dalam rangka penataan arsip yang lebih mumpuni. Kegiatan ini adalah hasil evaluasi tata usaha sekretariat (berdasarkan saran pihak ANRI) agar klasifikasi dan kodefikasi naskah dan persuratan di Itjen dapat lebih tepat.Acara ini dibuka langsung oleh Kabag Umum dan Kepegawaian, Akhmad Hariyanto, yang turut menekankan pentingnya klasifikasi pengodean surat-surat keluar di Inspektorat Jenderal. "Kadang hal-hal administrasi seperti ini sering kita abaikan (kodefikasi surat), namun yang remeh ini hakikatnya adalah yang paling penting, imbasnya nanti akan kita rasakan saat pengarsipan," ujarnya.Kabag yang sekaligus satu-satunya PPK di Itjen ini pun turut mengutip Permenpan terkait Grand Desain Reformasi Birokrasi di Indonesia. Menurutnya penataan arsip melalui digitalisasi arsip masuk dalam poin penataan tata laksana yang prima, guna mewujudkan dan mempercepat Reformasi Birokrasi. "Dalam kegiatan ini mari bersama kita mem-breakdown apa-apa saja yang menjadi permasalahan dalam tata naskah kita, sehingga pekerjaan kita, baik yang bersifat administrasi dan fasilitatif semuanya bisa berjalan seiring dan saling menunjang," wejangnya. Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Moh. Asnawi http://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/kabag-umum-kepegawaian--kodefikasi-naskah-sepele--tapi-hal-pokok-nan-pentingWed, 18 Oct 2017 00:00:00 +0700Irjen Amanahi Seluruh Jajarannya Menjadi ImamDok: ItjenNewsBanten [ItjenNews] - Koordinasi Evaluasi Realisasi Kinerja Triwulan III Tahun 2017 Inspektorat Jenderal Kementerian Agama kembali digelar di salah satu Hotel kawasan Banten (11/10/2017). Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Nur Kholis Setiawan mengamanati segenap jajaran agar menjadi garda terdepan dalam menjaga opini WTP Kementerian Agama RI. Irjen mewanti-wanti segenap jajarannya untuk mempertahankan opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sudah didapat Kemenag, yakni WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). “Nilai WTP ini bukan berarti kita (Kementerian Agama) sudah sempurna, jika tidak dipantau secara berkala bisa jadi opini WTP kita akan berubah,” ujarnya. Itjen sebagai APIP diharapkan dapat menjadi imam atau contoh baik pada kinerja maupun pengelolaan anggaran, sehingga Satker yang lain dapat meniru apa yang Itjen lakukan. “Jika Itjen sukses dalam program ini maka bukan mustahil akan tercipta kemaslahatan untuk bersama,” sambungnya. Dihadiri seluruh perwakilan bagian, wilayah dan investigasi, Irjen menyampaikan bahwa untuk mempermudah proses pembinaan dan pendampingan kepada satker, dinilai perlu diadakan pembuatan taksonomi satker, yaitu: 1. Satker Eselon I Pusat. 2. Kanwil dan Kankemenag Kabupaten/kota. 3. UPT Asrama Haji, Balai Diklat dan Balai Litbang. 4. Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri. 5. Madrasah Negeri. Pembagian taksonomi tersebut didasarkan atas keunikan dari tiap-tiap satker yang mungkin ada, misalnya untuk Kanwil dan Kankemenag yang mewakili tugas dan fungsi Kemenag secara holistik. Tidak lupa Irjen mengingatkan agar Audit Kinerja itjen dijadikan pintu pembuka temuan BPK-RI agar bisa ditindaklanjuti atau diidentifikasi. Selain itu semua rencana kegiatan diharapkan sesuai dan fokus untuk merealisasi tujuan organisasi yang dijabarkan dalam Indikator Kinerja Utama (IKU). Kontributor: Bowo Redaktur: Moh. Asnawihttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/irjen-amanahi-seluruh-jajarannya-menjadi-imamWed, 11 Oct 2017 00:00:00 +0700