Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI RSS Berita Berita terkini ITJEN Kemenag RI http://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita Sat, 21 Jan 2017 17:40:19 +0700 Sat, 21 Jan 2017 17:40:19 +0700Nur Syam: "Lokwas ini Harus Mampu Melahirkan Konsep dan Kebijakan untuk Peningkatan Kualitas Pengawasan"Bogor [ItjenNews] - Sesuai dengan tema Lokwas kali ini, yaitu Peningkatan Kualitas Pengawasan Tahun 2017, Lokakarya Pengawasan Itjen dilaksanakan pada tanggal 18 s.d. 20 Januari 2017 di Hotel Padjadjaran Suites Hotel. Dibuka oleh Plt Irjen, Nur Syam harapannya adanya Inspektorat Jenderal dan Kementerian Agama terus bertransformasi ke arah yang lebih baik dan positif. Inspektorat Jenderal sebagai penanggung jawab pengawasan di lingkungan Kementerian Agama mendapatkan peran sekaligus tantangan untuk memaksimalkan ketiga fungsi pengawasan, yakni sebagai watchdog, konsultan, dan katalis. Peran Inspektorat Jenderal sebagai watchdog adalah peran utama yang harus melekat dalam rangka pencegahan dan penanganan atas penyimpangan yang terjadi. Nur Syam berkata, “pencegahan harus menjadi arus utama dalam kinerja pengawasan.” “Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Agama yang berulang kali beliau sampaikan dalam berbagai kesempatan.” Lanjut beliau. Saat ini paradigma pengawasan dalam birokrasi sudah semakin berkembang ke arah yang lebih luas. Pengawasan tidak hanya berfungsi mencegah terjadinya penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Lebih dari itu, pengawasan mulai menitikberatkan pada fungsi konsultasi dan katalis dalam penerapan kebijakan. Nur Syam menyebutkan bahwa peningkatan kualitas pengawasan akan berimplikasi pada meningkatnya kualitas aparatur negara. “Acara lokakarya ini diharapkan mampu melahirkan konsep dan kebijakan untuk peningkatan kualitas pengawasan.” Ujar beliau menggaris bawahi.Kontributor: MaulanaRedaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/nur-syam--lokwas-ini-harus-mampu-melahirkan-konsep-dan-kebijakan-untuk-peningkatan-kualitas-pengawasanWed, 18 Jan 2017 00:00:00 +0700Sertijab Irjen, Nur Syam: "Saya Seperti Kehilangan Sosok Striker"Jakarta [ItjenNews] - Penyerahan Memori Akhir Tugas dari M Jasin kepada Nur Syam selaku Plt Irjen dilakukan di Kantor Inspektorat Jenderal (Itjen), Selasa (17/1/2017). Dihadiri oleh seluruh pejabat dan perwakilan Auditor di lingkungan Itjen Kemenag acara berlangsung khidmad. Jasin selanjutnya akan ditugasi sebagai dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Ditunjuk sebagai PLT Irjen, Nur Syam berpendapat, sejauh ini Sekretariat Jenderal dan Itjen selalu bekerja harmonis terutama dalam meningkatkan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi(PMPRB) guna menaikan indeks RB. Hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh elemen pegawai di Kementerian Agama (Tukin). Nur Syam dalam sambutannya mengatakan, "meski pak Jasin tidak di Itjen Kemenag lagi, spirit integritas yang ia tegakkan harus kita sebarkan, menjaga spiritnya, dan kita sebarkan semaksimal mungkin." Nur Syam pun berkata bahwasannya Moch. Jassin dapat tak ubahnya seperti penjaga integritas di Kementerian Agama."Saya merasa seperti kehilangan sosok striker di kementerian Agama, beliau ini seperti Lionel Messi" Ucap beliau berumpama, disambut senyum dari undangan yang hadir dalam sertijab. Sebagai pemain depan Nur Syam meyakini bahwasanya pasti akan banyak retensi yang hadir terutama dalam menegakan integritas, namun Jasin dapat melalui hal tersebut dan tetap bisa berprestasi. Perjuangan Jasin dinilai revolusioner dalam membawa perubahan di Kementerian Agama.Diharapkan selepas periode Moch. Jasin, Komitmen berkelanjutan (commitment sustainability), komitmen anti KKN, dan budaya tepat waktu harus dipertahankan di Itjen dan "ditulari" lebih luas kepada satker-satker lain di Kemenag.Terima kasih Moch. Jasin, selamat bertugas. Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/sertijab-irjen--nur-syam--saya-seperti-kehilangan-sosok-strikerWed, 18 Jan 2017 00:00:00 +0700Purna Tugas sebagai Irjen, Moch. Jasin Torehkan Capaian GemilangJakarta [ItjenNews] - Jumat (13/1/2017), Moch. Jasin menggelar acara ramah tamah dalam rangka purna-tugas beliau selaku Irjen. Dihadiri seluruh pegawai Itjen, acara ini menimbulkan kesan mendalam bagi pegawai yang hadir. Setelah mengabdi 4 tahun 5 bulan, Mochamad Jasin mengakhiri masa jabatannya sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama. Bergabung dan menjadi pegawai Kementerian Agama, 03 Agustus 2012, pria kelahiran Blitar 14 Juni 1958 ini kemudian memilih hari Jumat, 13 Januari 2017 sebagai hari melakukan "pamitan" kepada pegawai Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Hari yang sama ketika dirinya dilantik menjadi Irjen. Berbagai capaian gemilang telah ditorehkan oleh Moch. Jasin selama menjadi Irjen di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Wajar jika pelepasan purna tugas beliau diwarnai haru, baik dari kalangan pejabat maupun pegawai. Tonggak monumental yang sudah dibangun Moch. Jasin antara lain ditelurkannya PP 48 Tahun 2014, terkait tarif nikah yang hingga saat ini menjadi landasan layanan masyarakat andalan di Kemenag. Tak hanya itu, perbaikan mindset Auditor juga menjadi concern Jasin selama menjabat sebagai Irjen. “Sekarang sudah boleh dibuktikan, tidak ada lagi auditor-auditor kami yang minta ditraktir, dibelikan oleh-oleh, atau minta diajak karaoke.” Tegas beliau di sela acara ramah-tamah. Jasin juga menegaskan bahwa jika masih ada oknum auditor Itjen yang “nakal” maka bisa langsung dilaporkan melalui dumas atau WBS, sanksi tegas siap diterapkan. Terkait jumlah dumas dan pengaduan online via WBS, Itjen di Tahun 2016 ini “mengantongi” angka sejumlah 410 jumlah aduan masyarakat, dan 535 via WBS. Jumlah tersebut mengindikasikan bahwasannya Itjen terus berusaha meningkatkan layanan kepada stakeholdersnya, dalam hal ini adalah satker (auditi), dan juga masyarakat secara luas sebagai sarana kontrol. Selain itu, capaian terakhir beliau dalam hal meminimalisasi kerugian negara (Tahun 2016) melalui audit kinerja atau pun ATT, sebesar RP 13.553.634.325 dari total RP 33.509.861.187 (Data: Itjen). Hal ini berarti sekitar 40% kerugian negara secara nominal bisa direduksi oleh Inspektorat di bawah komando Moch. Jasin. Jasin menegaskan, di Itjen ini harus jadi acuan, lead by example, dan pemimpinlah yang harus menjadi contoh. atau role model. “Kalau irjennya tidak memberi contoh, ke bawahnya sulit untuk siapa yang ditiru?" ujarnya serius. Ia berharap, penggantinya nanti berintegritas dan mampu meneruskan sistem-sistem yang sudah dibangun selama ini di Itjen. Kontributor: Fajar Harnanto Redaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/purna-tugas-sebagai-irjen--moch--jasin-torehkan-capaian-gemilangMon, 16 Jan 2017 00:00:00 +0700Ramah Tamah Bagian I: "Ngaji, Ngopi, Kerja"Jakarta [ItjenNews] - Dibalut susasana santai, temu pegawai Subbagian Perencanaan dan Anggaran, Ortala, dan Hukum yang tergabung dalam Bagian I Inspektorat Jenderal, berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan (13/1/2017). Membawa tema “Ngaji, Ngopi, Kerja.” Acara temu-kumpul pertama kali Bagian I ini berorientasi pada silaturahmi sekaligus pengenalan para personel setelah adanya rotasi pegawai (menyesuaikan PMA 42 Tahun 2016). Dihadiri pula oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, pasca senam pagi, beliau mengapresiasi acara ramah-tamah tersebut. Acara ini juga dimaksudkan sebagai acara pelepasan salah satu pegawai Itjen yang telah memasuki masa purna-tugas, yakni H. Djamhuri di subbagian Hukum. Hilmi menyampaikan, bahwasanya purna tugas bukanlah akhir dari berkarya. “Saya tidak akan menyampaikan selamat berpisah, namun saya akan mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru kepada beliau.” Ujar Hilmi. Sejatinya masa pensiun adalah masa untuk mulai mengabdi di lingkungan masyarakat. Kontributor: Fajar Harnanto Redaktur: Nurul Badruttamam http://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/ramah-tamah-bagian-i--ngaji--ngopi--kerjaFri, 13 Jan 2017 00:00:00 +0700Itjen Pelopori Penyusunan LKj 2016 di Awal TahunJakarta [ItjenNews] - Laporan Kinerja atau yang biasa disingkat dengan LKj, kembali mulai disusun di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Mengingat kegiatan ini amat penting untuk memberikan garansi keakuntabilitasan seluruh kegiatan yang dilaksanakan (sesuai dengan capaian Perkin) di tahun 2016. Dimulai dari tanggal 4-6 Januari 2017 Di Hotel Santika Depok, Acara dibuka oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Hilmi Muhammadiyah. Beliau menegaskan bahwa acara penyusunan LKj ini memang idealnya dilakukan di awal tahun, agar pelaporan akuntabilitas terutama dalam penggunaan anggaran bisa tercapai. “Dalam penyusunan (LKj) ini kita harus tetap memegang teguh 3 rukun penyusunan yakni kepatuhan format, isi, dan substansi.” Ujar beliau. Hilmi pun menambahkan bahwasannya tanpa menjalankan tiga prasyarat tersebut bisa saja laporan kinerja tersebut tidak dinilai. “Kalau formatnya sudah tidak benar, maka bisa jadi selanjutnya tidak akan dinilai.” Imbuhnya. Sesi pertama, dimulai dengan pemateri dari Biro Ortala, yang dibawakan langsung oleh Kabiro Ortala, Nur Arifin. Beliau membuka sesi materi dengan cara penyusunan LKj. Dalam paparannya beliau menekankan untuk selalu memperhatikan data primer sebagai dasar penyusunan LKj. “Dalam penyusunan LKj, selalu perhatikan data primer, jangan sampai kita sulit menemukan data itu sebagai dasar penyusunan.” Jelasnya. Laporan kinerja ini selayaknya disampaikan oleh pimpinan satuan kerja masing-masing kepada pimpinan unit kerjanya (dalam hal ini adalah Menteri/Pimpinan Lembaganya). Penyusunan, dilakukan pertahun yang didasari oleh perjanjian kinerja yang telah disepakati. Kemudian, menteri atau pimpinan lembaga tersebut wajib menyampaikan susunan laporan kinerja itu kepada Menteri Keuangan sebagai pertanggungjawaban atas kinerja dan penggunaan anggaran. Kontributor: Fajar Harnanto Redaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/itjen-pelopori-penyusunan-lkj-2016-di-awal-tahunWed, 04 Jan 2017 00:00:00 +0700Facebook SPAK Dilombakan, Kanwil Sumsel Sabet GelarJakarta [ItjenNews] - Penyebaran Nilai-nilai Anti Korupsi mulai marak digencarkan. Mulai dari cara-cara konvensional melalui seminar-seminar, dan yang paling “kekinian” adalah melalui kampanye di media sosial (medsos). Penggunaan medsos untuk menyebarkan pesan anti korupsi tak ketinggalan tengah digalang oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inspektorat Jenderal Kementerian Agama bekerja sama dengan KPK melalui gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi atau biasa diakronimkan dengan SPAK. Rewarding yang diberikan DWP dalam rangka penyebaran nilai-nilai anti korupsi melalui Facebook adalah sebuah terobosan yang berarti. Sebab, hal ini dinilai lebih cepat dalam penyampaian, baik dari segi konten maupun segi akses penyebaran pesan yang dilakukan. Sebuah gerakan yang menempatkan perempuan sebagai tokoh sentral pencegahan korupsi, baik sebagai ibu, istri maupun tenaga profesional, diharapkan mampu “ter-sounding” melalui media sosial. Kriteria penilaian yang dilakukan melalui berbagai item. Salah satunya adalah, keaktifan, kreatifitas, dan ragam konten yang ditawarkan untuk menyebarkan nilai-nilai kejujuran bebas KKN. Kategori terbaik satu dengan “mengantongi” poin tertinggi 82,29 jatuh kepada Kanwil Kemenag Prov. Sumatera Selatan sebab dinilai paling aktif dan kreatif. Sementara poin tertinggi kedua dengan nilai 74,86 diraih oleh Kanwil Kemenag Prov. Jawa Timur, dan tertinggi ketiga didapatkan oleh Kanwil Kemenag Prov. Kalimantan Selatan dengan raihan 73,43 poin. Pun Juara terfavorit diberikan kepada Kanwil Kemenag Kalimantan Barat. SPAK sendiri sudah berafiliasi dengan DWP Itjen guna membangun sistem yang “membumi” namun manfaatnya masif dan bisa dirasakan. Seperti disebutkan dalam sebuah Studi penelitian bahwa ternyata hanya 4% orang tua yang mengajarkan kejujuran pada anak-anaknya. Kejujuran yang dimaksud lebih kepada bagaimana kejujuran tersebut dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, peran wanita dianggap vital guna menyasar peran wanita sebagai agent of change untuk mengubah mindset dan cultural set menuju Indonesia bahkan dunia yang lebih baik, bebas KKN.Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/facebook-spak-dilombakan--kanwil-sumsel-sabet-gelarTue, 03 Jan 2017 00:00:00 +0700Hadiri Bintal Pegawai Itjen, Menag dan Irjen Sepakat Kawal Kemenag Tetap "on the track"Jakarta [ItjenNews] - Menghadiri acara pembinaan mental pegawai (bintal) Inspektorat Jenderal di penghujung tahun (30/12/2016), Menag beri sambutan sekaligus arahan. Acara yang digelar rutin dua kali, di awal dan di akhir tahun ini bertujuan untuk memberikan dorongan moril para pegawai, khususnya di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Diharapkan seluruh pegawai Itjen senantiasa menjadi pribadi yang baik dan terus berkinerja maksimal. Acara Bintal ini dibuka dengan paparan Irjen, Moch. Jasin selaku tuan rumah penyelenggara, dengan paparan capaian kinerja pengawasan yang dilakukan Itjen selama setahun. Di antaranya penyampaiaan terkait Laporan Kinerja (LK). Beliau mendata ada beberapa kinerja Itjen yang sudah melampaui target, yakni di bidang audit kinerja (melebihi 100% untuk jangkauan satker yang diaudit). Selain itu, pendampingan laporan keuangan berbasis accrual gencar ditingkatkan oleh para auditor agar opini BPK kepada Kemenag kembali menjadi WTP di tahun 2017. Menag menyampaikan dalam arahannya, sebagai pranata di Kementerian Agama kita harus menyatukan ritme kerja agar Kementerian Agama tetap on the track. Sebagai kader-kader "pilihan dari yang pilihan", posisi Itjen dinilai sentral untuk menjaga performa Kemenag agar tetap baik. Yakni melalui upaya pengawasan yang menjadi tusi utama di Inspektorat Jenderal. Lebih luas Menag menambahkan bahwasannya ASN Kemenag harus menjadi teladan bagi masyarakat, dalam konteks NKRI, di mana posisi agama yang begitu pokok. Terakhir, Menag menyampaikan terkait tindak pengawasan, Inspektorat Jenderal harus mengutamakan pencegahan, serta pengayoman, namun tetap tidak menghilangkan ketegasan dalam penindakan bagi yang sudah melampaui batas. “Tindakan pencegahan, maupun penindakan harus berdasarkan cinta. Tindak Pengawasan harus senantiasa dalam konteks memperbaiki, oleh sebab itu kedepankan pencegahan.” Imbuh Menag.Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/hadiri-bintal-pegawai-itjen--menag-dan-irjen-sepakat-kawal-kemenag-tetap-on-the-trackFri, 30 Dec 2016 00:00:00 +0700Terapkan PMA 42 Tahun 2016, Irjen Lantik 12 Pejabat Eselon IVJakarta [ItjenNews] - “Sebagai seorang pemimpin dan Aparatur Sipil Negara, saudara wajib untuk membuat dan melaksanakan program kerja yang jelas, realistis, dan visioner. Selanjutnya, karakteristik pimpinan ideal harus memiliki inisiatif yang mampu membuat program yang inovatif sebagai solusi untuk menuntaskan berbagai program dan persoalan di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama.” Tegas Jasin setelah mengangkat sumpah 12 Pejabat Eselon IV di Lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 42 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama direspon cepat oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Itjen bergegas menyelenggarakan proses assessment guna “menjaring”, mencari figur yang cocok dan tepat untuk mengisi struktur jabatan yang baru.Berikut daftar nama 12 Pejabat Eselon IV yang dilantik pada hari ini (29/12/2016) : 1.Endang Kusnadi sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Anggaran2.Nurul Badruttamam sebagai Kepala Sub Bagian Organisasi dan Tata Laksana3. Mardani Rifianto sebagai Kepala Sub Bagian Hukum4.Nugraha Stiawan sebagai Kepala Sub Bagian Pengelolaan Hasil Pengawasaan Eksternal5.Muhammad Ali Zakiyudin Sebagai Kepala Sub Bagian Pengaduan Masyarakat dan Sistem Informasi Pengawasan6.Budi Setyo Hartoto sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan7.Mohammad Yusup sebagai Kepala Sub Bagian Verifikasi dan Pelaporan Keuangan8.Abdul Hamid sebagai Kepala Sub Bagian Penatausahaan dan Penghapusan Barang Milik Negara9.Mujib Roni sebagai Kepala Sub Bagian Kepegawaian10.Kamalul Iman Billah sebagai Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan11.Sakhid sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Inspektorat Wilayah II12.Titik Purwanti sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Inspektorat Wilayah IIIDi akhir sambutan Irjen pun meminta para pejabat yang dilantik segera beradaptasi dan siap bekerja secara all-out dan memahami tugas dan tanggung jawab yang akan diemban dengan kesungguhan, pengabdian optimal, dengan dilandasi kesabaran penuh dan keikhlasan. Turut hadir dalam pelantikan ini, sejumlah pejabat Eselon II dan III Itjen Kemenag, didapuk sebagai saksi.Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/terapkan-pma-42-tahun-2016--irjen-lantik-12-pejabat-eselon-ivThu, 29 Dec 2016 00:00:00 +0700Terus Naik, Serapan Itjen Capai 91,25 PersenJakarta [ItjenNews] - Kabar menggembirakan datang dari Evaluasi Realisasi Kinerja Triwulan IV Inspektorat Jenderal Kementerian Agama yang kembali dilangsungkan. Sebab, serapan anggaran sudah mencapai angka 91,25% per 16 Desember 2016. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan menjadi leading sector yang mengorganisasi kegiatan ini. Acara dilangsungkan mulai tanggal 16-18 Desember di Hotel Grand Pesona, Bogor ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana serapan anggaran, serta capaian kinerja yang bisa dipantau melalui keterlaksanaan kegiatan, disertai paparan outputnya. Selain itu, laporan masing-masing Subbagian dalam rangka pertanggungjawaban juga dipaparkan dalam sesi kegiatan yang berlangsung. Hasilnya, rata-rata subbagian hampir menyelesaiakan keseluruhan laporannya. Keterselesaian laporan sudah mencapai 85 persen, lainnya hanya tinggal menunggu verifikasi sebelum dinyatakan selesai. Hal ini tentunya baik sebagai contoh dari Inspektorat. Sebab, selain serapan tinggi, tertib administrasi juga telah dilakukan, yakni dalam bentuk pelaporan pertanggungjawaban. Sudah seyogyanya Itjen menjadi cermin akuntabilitas di Kementerian Agama. Harapannya dapat menginspirasi dan menjadi sarana percontohan bagi unit-unit lain (baik dari segi laporan dan perencanaan anggaran), agar kredibilitas pertanggungjawaban anggaran yang diamanahkan kepada Kemenag semakin bisa semakin diperlihatkan ke khalayak. Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/terus-naik--serapan-itjen-capai-91-25-persenMon, 19 Dec 2016 00:00:00 +0700Perkuat Produk Komunikasi, Kemenag Beri Pelatihan Staf KehumasanJakarta [ItjenNews] - Menggandeng pihak profesional dalam rangka mengembangkan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan kehumasan, Kementerian Agama memberikan pelatihan kepada 15 orang staf di unit eselon satu pusatnya. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memperkuat produk-produk komunikasi yang sedang dibangun oleh Kemenag sebagai media komunikasi kepada masyarakat. Pemberian pelatihan kepada 15 orang staf kehumasan yang terdiri dari perwakilan masing-masing unit eselon satu pusat ini diharapkan akan mampu meningkatkan sumber daya manusia, khususnya dalam bidang kehumasan Kemenag. Agar nantinya, SDM yang telah diberikan pelatihan ini bisa mengelola dan meningkatkan produk kehumasan Kemenag agar lebih dekat kepada masyarakat. Dengan begitu, diharapkan Kementerian Agama bisa lebih berkontribusi di tengah masyarakat secara optimal sesuai dengan visi dan misinya. Dibuka oleh Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, Dr. Mastuki, M.Ag. Pelatihan yang diadakan selama tiga hari ini (15-17 Desember) meliputi tiga macam materi pokok yakni, teknik fotografi jurnalistik (dimentori oleh Arbain Rambey, fotografer dan wartawan senior Kompas), pelatihan menulis jurnalistik, dan cara pengolahan isu dalam media. Tiga materi ini tentunya dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas media yang dimiliki, khususnya media di unit esselon satu pusat, sebagai portal utama media yang membentuk “wajah” dari Kementerian agama (image building). Sebagaimana diketahui, Kemenag telah memiliki berbagai macam media sebagai alat komunikasi publik, atau saat ini akrab disebut dengan media sosial (medsos). Selain laman resmi www.kemenag.go.id, Kementerian yang memiliki tugas utama mewujudkan masyarakat yang taat beragama, rukun, cerdas, mandiri, dan sejahtera lahir batin ini, juga tak ketinggalan mempunyai berbagai medsos populer. Salah satu di antaranya adalah twitter, instagram, dan laman Facebook. Adanya ragam media sosial ini, diharapkan Kemenag dapat menghasilkan produk informasi yang bermanfaat, dan tentunya dalam hal penyampaian atau cakupan dapat lebih cepat dan luas. Pembaharuan berita-berita aktual, portal-portal medsos kemenag diharapkan berkontribusi memberikan informasi yang cepat dan terpercaya, terkait informasi layanan maupun yang bersifat tugas dan fungsi.Di Inspektorat sendiri, pelatihan bidang kehumasan ini menjadi amat penting sebagai fondasi mempersiapkan SDM yang akan mengelola kehumasan. Sebab, merujuk pada PMA Ortaker terbaru (PMA 42 Tahun 2016), tertera nomenklatur baru dalam subbagian organisasi yang ada. Subbagian “Tata Usaha dan Kehumasan”, yang terdapat di bagian empat, dibentuk untuk menyentralisasi dan mengelola hal-hal terkait dengan hubungan masyarakat. Diharapkan Subbagian ini bisa berperan sebagai “corong” informasi yang sistemik guna menyampaikan informasi penunjang peran Inspektorat Jenderal sebagai pengawas, konsultan, dan katalisator.Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/perkuat-produk-komunikasi--kemenag-beri-pelatihan-staf-kehumasanFri, 16 Dec 2016 00:00:00 +0700