Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI RSS Berita Berita terkini ITJEN Kemenag RI http://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita Fri, 28 Apr 2017 20:52:32 +0700 Fri, 28 Apr 2017 20:52:32 +0700Sekjen Submit Nilai PMPRB Kemenag 2017Jakarta [ItjenNews] - Bertempat di Bilangan Bogor, pengunggahan/submit nilai PMPRB Tahun 2017 resmi dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam. Submit nilai dilakukan di sela-sela kegiatan PMPRB Panel III yang digagas oleh Subbag Ortala Itjen.Panel III PMPRB ini memang berfokus pada penyelenggaraan seremonial submit atau pengunggahan nilai PMPRB ke situs Menpan. Nilai yang akan disubmit di tahun ini adalah sebesar 78.82. Nilai tersebut telah mengalami berbagai rumusan. Mulai awal tahun 2017 dalam acara PMPRB Panel I dan II guna mengumpulkan data kegiatan, rencana aksi, berikut dengan evidence (bukti) sebagai syarat penilaian.Pun sebelumnya, Sekretaris Itjen, Hilmi Muhammadiyah, selaku asesor utama PMPRB telah mereviu lembar kerja evaluasi (LKE) PMPRB. Reviu dilakukan bersama forum yang dihadiri pegiat RB perwakilan masing-masing unit. Proses reviu tersebut akhirnya menghasilkan angka 78.82 dengan berbagai pertimbangan dan pengamatan dari sisi evidence sebagai pokok utama.Di dalam Proses reviu, beberapa item LKE mengalami banyak peningkatan evidence sehingga mengubah nilai dalam penilaian PMPRB menjadi lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya "berani" disubmit sebesar 76,49. Hal ini direspon baik oleh Sekretaris Jendral Kemenag. Nur Syam berharap agar nilai ini bisa dipertanggungjawabkan terutama dari segi pembuktiannya (evidence). "Saya berharap nilai PMPRB tahun ini bisa lebih tepat," ujarnya menekankan. Submit oleh Sekjen juga dihadiri oleh para asesor PMPRB yakni pejabat setara Eselon II Kemenag (sekretaris dan kepala biro).Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Asnawihttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/sekjen-submit-nilai-pmprb-kemenag-2017Fri, 21 Apr 2017 00:00:00 +0700Rakor RB 2017, Hilmi dikukuhkan Menjadi Agen PerubahanJakarta [ItjenNews] - Selain Membuka Rakor Reformasi Birokrasi, Menag dalam kesempatan menghadiri rapat koordinasi reformasi birokrasi turut mengukukan para agen perubahan. Acara pengukuhan agen perubahan dilakukan selain sebagai evidence dari komponen pengungkit RB, namun secara esensial diaharapkan para agen perubahan ini bisa menularkan spirit kebaikan dan menjadi role model. Acara pengukuhan agen perubahan oleh Menteri Agama di lakukan di sela-sela acara pembukaan. Menag mengukuhkan sebelas orang ASN Kemenag yang dinilai memiliki influance baik terhadap lingkungan kerjanya. Hilmi Muhammadiyah dinilai memiliki kapasitas untuk itu. Selain sebagai asesor utama dalam penilaian mandiri pelaksanaan reformasi (PMPRB), Hilmi juga dinilai memberikan role model dalam hal integritas terutama di lingkungan Inspektorat Jenderal. Hilmi dikukuhkan bersama ke sepuluh orang lainnya sebagai agen perubahan. Agen perubahan ini mencakup pejabat eselon II hingga ke pejabat pelaksana (eselon IV), yaitu Pontus Sitorus (Ses Ditjen Bimas Kristen), Rohmat Mulyana (Ses Balitbang Diklat), Kartika Darmawanti (Kabag Fasilitasi RB Biro Ortala Setjen), Fajar Adhy Nugroho (Kabag Evaluasi Kinerja Organisasi dan Penyelesaian Hasil Pengawasan), Kastolan (Kabag Perencanaan Setditjen Pendis), Hasan Affandi (Kabag Sistem Informasi Terpadu PHU), Hari (Kabag Ortala, hukum, dan Kepegawaian Ditjen Bimas Katolik), Thobib Al Asyhar (Kasubbag Sistem Informasi Setditjen Bimas Islam), Indro Satmoko (Kasie Pengembangan Akademik dan Akreditasi Ditjen Bimas Hindu), I Nyoman Suridarma (Kasubdit Pend. Dasar Menengah Dit. Urusan dan Pendidikan Agama Budha). Menurut Menag, Hakikatnya ASN Kementerian Agama adalah orang terpilih. Menjadi ASN Kemenag adalah kemuliaan, karena diberi amanah mengelola negara di sebuah bangsa religius yang tidak bisa terlepas dari nilai-nilai agama. Nilai agama menjadi bagian tidak terpisahkan dalam menata kehidupan di tengah keragaman bangsa. "Kita mendapat kehormatan untuk ikut mengelola. Ini adalah takdir, yang secara tidak langsung Tuhan memberikan kepercayaan. Karenanya, syukuri kemuliaan dan kehormatan ini dengan cara memberikan yang terbaik melalui Kemenag," tutur Lukman memotivasi. Ditemui lepas acara pembukaan, Hilmi turut menyampaikan pandangannya mengenai urgensi percepatan reformasi birokrasi di lingkup Kemenag. Hilmi menilai, apabila reformasi birokrasi bisa membaik, dampaknya akan sangat luas, terutama di bidang kualitas layanan oleh Kementerian Agama. "Reformasi birokrasi ini harus terus kita pacu dan akselerasikan agar Kemenag bisa terus dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat," ujar Hilmi saat diwawancarai tim liputan Itjen News. Kontributor: Fajar Harnanto Redaktur: Asnawihttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/rakor-rb-2017--hilmi-dikukuhkan-menjadi-agen-perubahanTue, 11 Apr 2017 00:00:00 +0700Kantongi Nilai RB 69,14 dari Kemenpan, Menag: "Kita Ibarat Kapal Tanker"Jakarta [ItjenNews] - Rapat koordinasi Reformasi Birokrasi (rakor RB) tahun ini resmi dibuka, Selasa (11/04/2017) di Hotel Sultan, bilangan Jakarta Selatan. Berbeda dengan dengan tahun-tahun sebelumnya, yang hanya melibatkan unit eselon I Pusat saja, rakor RB kali ini melibatkan seluruh pejabat eselon II, Kepala kantor wilayah Kemenag provinsi seluruh Indonesia, dan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Dilibatkannya unit-unit selain Eselon I Pusat, adalah wujud semangat reformasi, yang terus menerus digencarkan sampai struktur terbawah. Diharapkan nantinya, kesemuaan satker di Kementerian Agama tidak lagi asing dengan istilah “reformasi birokrasi”. Dibuka resmi oleh Menag bertajuk “Mari Akselerasi Reformasi Birokrasi”, Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi capaian penilaian reformasi birokrasi Kemenag ini. Hasil evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi tahun 2016, Kementerian Agama meraih nilai 69,14 atau naik 6,86 poin (kategori B). Tahun 2015 62,28 kategori B.Sedangkan di tahun 2014 angka capaian RB kemenag 54,83 atau kategori CC. Selain mengapresiasi, Menag juga mensyukuri hasil yang didapat oleh Kemenag dalam capaian RB-nya. Lukman mengatakan bahwa nilai ini adalah hasil terbaik untuk kita saat ini. Namun harus terus ditingkatkan. Lukman mengibaratkan Kementerian Agama adalah kapal Induk/kapal tanker yang amat besar dan vital. Kapal besar tentunya butuh upaya besar pula untuk berputar arah ke kiri maupun ke kanan. "Sama dengan pelaksanaan RB di Kemenag, tentu butuh waktu karena besarnya satker Kemenag," ujarnya. Menag menambahkan bahwa untuk mengakselerasi reformasi birokrasi di Kementerian Agama, semua kita (ASN Kemenag) harus keluar dari rutinitas. Senantiasa memberikan ruh di segala kegiatan yang dilakukan. Tak lupa Menag mengingatkan agar seluruh pegawai senantiasa termotivasi melakukan inovasi perubahan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang turut hadir dalam pembukaan raker menilai, reformasi birokrasi di Kementerian Agama berjalan baik. Hal ini ditandai dengan capaian nilai 69,14 (kategori B). Asman bahkan optimis Kemenag bisa segera mendapat nilai 70 80 dengan kategori BB. "Sebentar lagi akan mendapatkan BB, sangat baik (70-80). Itu artinya reformasi terlaksana di Kementerian Agama. Ini merupakan langkah nyata dalam akselerasi reformasi birokrasi dan peningkatan akuntabilitas kinerjanya," ujar Asman. Selain Menteri PAN RB, tampil pula sebagai narasumber Menteri Keuangan Sri Mulyani yang turut berbagi terkait pelaksanaan RB di Kementeriannya. Kontributor: Fajar Harnanto Redaktur: Asnawihttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/kantongi-nilai-rb-69-14-dari-kemenpan--menag--kita-ibarat-kapal-tankerTue, 11 Apr 2017 00:00:00 +0700Resmi, Lima Pejabat Struktural Eselon IV Itjen DilantikJakarta [ItjenNews] – Terjawab sudah siapa-siapa yang berhak menduduki Jabatan Pengawas/Kepala Subbagian di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Kamis (30/3/2017). Acara pelantikan menandai berakhirnya kekosongan lima posisi jabatan struktural setara Eselon IV Itjen. Berikut adalah lima orang yang dilantik pada hari ini: 1. Muhammad Hafidz Lidinillah Sebagai Kasubbag Pengelolaan Hasil Pengawasan Internal; 2. Moh. Asnawi sebagai Kasubbag Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat; 3. Muhibuddin sebagai Kasubbag TU Inspektorat Investigasi; 4. Abdul Aziz Noor sebagai Kasubbag TU Inspektorat Wilayah I; 5. Siti Mudayaroh sebagai Kasubbag TU Inspektorat Wilayah IV. Proses ini bukanlah suatu yang instan. Namun, telah melalui tahapan panjang. Mulai dari masa pendaftaran, seleksi pemberkasan, asesmen, dan terakhir diputuskan melalui sidang Baperjakat. Pelantikan dimulai tepat pukul 13.30 WIB di Ruang OR lantai II Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya menandai dimulainya acara. Dilanjutkan dengan pemberian sekapur sirih oleh dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam. Selain bertugas melantik, Nur Syam menyampaikan dalam sambutannya bahwa ketika menjalankan tugas sebagai ASN, tak hanya jadi ritual semata. Namun, harus dilandasi dengan “tiga pasti”. Pertama, pastikan kinerja kita sebagai ASN harus terus meningkat dan membaik. Hal ini menurut Nur Syam erat kaitannya dengan fungsi Itjen sebagai “pengarah jalan” menuju ke arah perbaikan kinerja. “Jika kinerja kita membaik, maka akan dibuktikan dengan perbaikan LAKIP kita ke depan, dari “B kurus” ke “B Gemuk,” tuturnya. Pasti kedua adalah, pastikan tingkat pemenuhan kepatuhan (compliance) semakin baik. Menurut Plt. Irjen ini, tingkat compliance akan tercapai apabila regulasi bisa dipahami dan di jalankan. Terakhir adalah, pastikan dalam menjalankan proses bisnis harus prosedural dan diiringi dengan inovasi. “Saya pikir rekan-rekan di Inspektorat ini amat potensial untuk menciptakan pemikiran yang out of the box dalam hal peningkatan mutu kinerja,” jelas Sekjen. Ritual selanjutnya adalah penandatanganan pakta integritas. Menandai bahwa pejabat yang baru dilantik senantiasa sedia menjaga komitmen untuk berintegritas. Acara disusul dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, dan membaca ikrar jabatan. Terlihat pula di dalam acara para Pejabat Eselon II, III, dan IV guna menjadi saksi prosesi pelantikan. Kontributor: Fajar Harnanto Redaktur: Nurul Badruttamam http://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/resmi--lima-pejabat-struktural-eselon-iv-itjen-dilantikThu, 30 Mar 2017 00:00:00 +0700Enam Pejabat Eselon II Kemenag DilantikSayyidul ayyam, atau Hari Jumat kerap dipilih Menag untuk melantik pejabatnya. Pelantikan digelar di Operation Room, Gedung Kemenag, Lantai II (17/3/2017). Berikut ini daftar nama 6 pejabat yang dilantik:1. Abdullah, sebagai Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak;2. Nur Arifin, sebagai Kepala Biro AAKK UIN Sunan Ampel Surabaya;3. Ali Irfan, sebagai Sekretaris Badan Penjaminan Produk Halal;4. Muharom Marzuki, sebagai Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan pada Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama; 5. Chairul Fuad Yusuf sebagai Kapus lektur Hasanah dan Manajemen Organisasi pada Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama;6. Samsul Bahari , sebagai Kepala Biro AUAK IAIN Ponorogo.Abdullah yang sebelumnya menjabat Inspektur Wilayah I di Inspektorat Jenderal, kini berpindah jabatan menjadi Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak. Ditemui pasca pelantikan, beliau menuturkan kesiapannya ketika harus rotasi dan menempati jabatan baru. Abdullah menyatakan bahwa jabatan baru ini adalah juga amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya.Ditanya mengenai langkah pertama yang akan dijalankan ketika menjabat sebagai kepala biro, Abdulah menjawab bahwa akan menjalankan pekerjaan yang ada sesuai dengan standar. "Saya akan menjalankan tugas sesuai dengan standar, terkait pengelolaan keuangan, aset, sdm," ujar mantan Inspektur Wilayah I itu. Pun, ketika menjelaskan mengenai visi ke depan, Abdullah menyatakan akan berusaha meningkatkan kualitas lembaga yang kini akan menjadi ruang jabatnya. "Di lembaga pendidikan ini erat kaitannya dengan masyarakat, inginnya, peran lembaga ini (kampus) bisa lebih dirasakan dampaknya di masyarakat," ujar abdulah.Ia juga turut menyampaikan harapannya kepada penggantinya kelak di Inspektorat. "Harapan saya, Inspektur (Wilayah I) yang baru nanti punya komitmen yang kuat untuk melaksanakan disiplin dan tugas audit dengan baik, agar mempunyai makna bagi kemajuan seluruh satker yang kita audit, dengan begitu akan mendorong Kementerian agama menjadi lebih baik.," ujar pria yang masih penuh semangat ini.Turut hadir dalam pelantikan ini, sejumlah pejabat eselon I dan II Kemenag Pusat. Sekjen, Nur Syam dan Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin sebagai saksi.Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/enam-pejabat-eselon-ii-kemenag-dilantikFri, 17 Mar 2017 00:00:00 +0700KH Hasyim Muzadi Tutup UsiaJakarta [ItjenNews] - KH Ahmad Hasyim Muzadi wafat di usia 72 tahun, Kamis pukul 06.15 WIB. Putra Hasyim, Yusron Shidqi memberitakan bahwa jenazah mantan Ketua PBNU tersebut akan diberangkatkan dari Malang Jawa Timur ke pesantren Al-Hikam Depok. Almarhum akan disalatkan di sana. Ulama besar yang lahir di Tuban 8 Agustus 1944, menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) sejak 19 Januari 2015.Tak luput Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin turut menyampaiakan bela sungkawa terdalam. Salah satunya melalui cuitan twitternya. "Telah wafat KH. Hasyim Muzadi pagi ini. Mari doakan almarhum diampuni kesalahannya, diterima amal bajiknya, berada di sisiNya. Al-faatihah," tulis Lukman. Ucapan duka cita juga disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.Haysim sempat menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur. Anggota Wantimpres itu kemudian memilih masa pemulihan di kediamannya. Menag menilai Hasyim Muzadi adalah figur yang memberikan sumbangsih dalam menjaga kerukunan umat beragama."Kita kehilangan tokoh sekaligus ulama yang selama ini memberikan sumbangsih besar dalam merawat kerukunan hidup umat beragama di Indonesia," ujarnya.Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/kh-hasyim-muzadi-tutup-usiaThu, 16 Mar 2017 00:00:00 +0700Tim Verval TPG dari Itjen Siap DiterjunkanJakarta [ItjenNews] - Permasalahan terkait TPG, memang sudah menjadi isu nasional. Anggota Dewan yang Terhormat pun sudah memanggil instansi terkait, salah satunya Kementerian Agama untuk melakukan klarifikasi sekaligus memberikan langkah solutif guna menyelesaikan permasalahan ini. Angka tunggakan pembayaran tunjangan profesi guru yang berada di bawah Kemenag mencapai 1,2 Triliun lebih. Namun hal ini bukan tanpa sebab jelas. Banyak ditemukan kendala-kendala di lapangan, hingga menyulitkan prosesi penyelesaian pembayaran. Dikatakan oleh Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI), Imam Syafe’i saat menghadiri koordinasi di Inspektorat Jenderal Kemenag dalam rangka pembekalan tim verifikasi dan validasi (verval) tunggakan TPG (9/3/2017), bahwa ada beberapa kendala terutama di daerah yang menghambat proses pencairan. Salah satu di antaranya adalah status guru, dan kendala prosedural yang bersumber dari sistem internal. “Di provinsi-provinsi ditemukan kasus salah satunya, guru-guru itu banyak diangkat ketika menjelang Pilkada. Di angkat di madrasah kita, ikut sertifikasinya di madrasah, kemudian ganti priode (pemimpin), guru tersebut dipindahkan ke sekolah umum, berarti sertifikasinya sudah tidak berlaku lagi,” Jelas Imam. Dikatakan lagi oleh direktur PAI bahwa kendala juga terdapat dalam pelaksanaan PLPG yang selalu di akhir tahun. Imam menuturkan bahwa hal ini disebabkan oleh masalah perizinan pelaksanaan PLPG yang harus disetujui oleh Kemenristek. Di Kemenristek ini pun agak lambat prosesnya. “Lambatnya proses ini (di Kemenristek) disebabkan karena masih proses transisi pejabat strukturalnya. Kalau di Diknas selesai PLPG langsung mendapatkan sertifikasinya, kalau di kita tidak,” ujarnya menjelaskan. Terakhir, Imam berharap agar tim verval nantinya bisa membantu menuntaskan permasalahan tunggakan pambayaran TPG ini agar lebih cepat. Hal-hal yang perlu "menjadi perhatian lebih" menurut Imam ialah, keaslian dari dokumen persyaratan dan tanggal ditetapkannya dokumen tersebut. “Saya Berharap Tim dari Itjen Agar Bekerja Sesuai Aturan, namun Juga Punya Keinginan untuk Membantu (para guru),” harapnya. Tim verval Itjen rencananya akan diterjunkan mulai pekan depan, pertim masing-masing memiliki 10 hari tertera dalam surat tugas. Kontributor: Fajar Harnanto Redaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/tim-verval-tpg-dari-itjen-siap-diterjunkanThu, 09 Mar 2017 00:00:00 +0700Audit BPK di Itjen, Hilmi Nyatakan Kesiapan: "Laporan-laporan Sudah Kami Siapkan di Ruang Audit Corner"Jakarta [ItjenNews] - Sesuai jadwal yang sudah dikomunikasikan dalam entry Briefing yang dilakukan BPK di Lapangan Banteng, terhitung hari ini (7/3/2017) sampai dua minggu ke depan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mulai melakukan audit di Itjen. Dilakukan oleh Sub Tim IV BPK RI yang diketuai oleh Azmi, yang membawahkan tiga anggotanya yaitu, Ahmad Munayat (memeriksa terkait akun 51, akun persediaan), Nico (ditugasi memeriksa akun LK, Bendahara Kas), dan Cahyo (memeriksa akun 52, 53 dan aset tetap). Empat orang utusan ini diharapkan mendapat sokongan data dan informasi yang dibutuhkan dalam melakukan tugasnya dua minggu ke depan. Pertemuan pertama sebelum pemeriksaan dilakukan di ruang Sekretaris Itjen. Dihadiri oleh semua Inspektur, Pejabat Eselon III dan IV, Hilmi Muhammadiyah, selaku sekretaris menyatakan bahwa segenap jajaran siap membantu tugas dari BPK selama melakukan audit di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. “Kami akan berusaha membantu menyiapkan apa yang bapak-bapak butuhkan selama di sini,” ujar Hilmi. Ia juga menambahkan bahwa terkait laporan akan diperantarai dan dikoordinasikan oleh masing-masing subbag melalui Kabag III, Abdul Karim. Hilmi juga mempersilakan Tim BPK menuju ruang audit corner di lantai II gedung lama. “Laporan-laporan Sudah Kami siapkan di Ruang Audit Corner,” nyatakan kesiapan.Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/audit-bpk-di-itjen--hilmi-nyatakan-kesiapan--laporan-laporan-sudah-kami-siapkan-di-ruang-audit-cornerTue, 07 Mar 2017 00:00:00 +0700Rakernas Kemenag 2017, Menag Berikan Harmoni AwardJakarta [ItjenNews] - Kementerian Agama menggelar Rapat Kerja Nasional di tahun ini. Acara yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara (27/2/2017) dihadiri seluruh pejabat Eselon I Pusat, Eselon II Pusat dan Daerah, Rektor PTN di Bawah Kemenag, dan sejumlah kepala daerah. Rakernas kali ini menitikberatkan pada penyelarasan program-program nasional pemerintah dengan program di Kementerian Agama. Salah satunya, dalam rangka mengantisipasi isu-isu keagamaan yang akhir ini kerap menjadi isu nasional.Menag dalam kesempatan membuka acara mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pendidikan keagamaan. Dia berharap agar pendidikan agama dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menag pun menekankan bahwasannya agama dijadikan sebagai esensi untuk dapat saling memanusiakan manusia. "Bagaimana juga kita mengupayakan kerukunan hidup antar-umat agar kualitasnya membaik," imbuh pria ramah senyum ini. "Hakikat beragama adalah memberi, bukan menuntut untuk diberi," lanjutnya. Terkait isu kerukunan yang dinilai meruncing akhir-akhir ini, Kemenag pun memberikan aksi nyata dengan menganugrahkan "Harmoni Award" kepada Kepala daerah yang dinilai cakap untuk memelihara isu kerukunan di Indonesia. Salah satunya jatuh kepada Bupati Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Beliau dinilai memenuhi beberapa kriteria terkait memelihara kerukunan antar umat beragama di wilayahnya. "Harmoni Award" diharapkan dapat mendorong kepada pemimpin-pemimpin daerah guna merapatkan barisan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama. "Mereka kami nilai mampu menjaga kerukunan umat yang ada di daerah tersebut, dan mampu memberikan layanan kepada umat beragama tidak hanya dalam hal peribadatan tapi juga hal yang lain, sehingga umat beragama merasa terlayani," ungkap beliau saat konferensi pers, pasca pembukaan Raker Nasional.Rakernas 2017 ini, diharapkan setiap jajaran di Kemenag dapat melakukan perubahan dan mengikuti sensitivitas dinamika yang berkembang di masyarakat. "Keberadaan Kemenag harus lebih dirasa manfaatnya bagi masyarakat agar layanan bermartabat bisa semakin dekat di mata umat," lugasnya.Kontributor: Fajar HarnantoRedaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/rakernas-kemenag-2017--menag-berikan-harmoni-awardSun, 26 Feb 2017 00:00:00 +0700Hadiri Rakernas LDNU, Menag Serukan Hargai Keragaman dan Sampaikan Agama dari Sudut MendalamJakarta [ItjenNews] - Di tengah guyuran hujan ringan, sekitar tengah hari pukul 13.00 WIB, orang nomor satu di Kementerian Agama, Lukman Hakim Syaifuddin menyambangi Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Kawasan Jagakarsa Jakarta Selatan (20/2/2107). Menag dijadwalkan hadiri Rakernas Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU) 2017. Menag didampingi pula oleh Kakanwil DKI Jakarta yang turut dalam rombongan perwakilan Kementerian. Rakernas LDNU kali ini bertemakan “Membangkitkan Islam Ramah Untuk Indonesia Berkeadaban”. Dibuka oleh Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj, beliau memberikan pemaknaan dalam acara ini bahwa setiap dakwah, khususnya dari kaum Nadliyin haruslah dengan cara-cara yang baik, ramah dan bisa menjadi contoh di kalangan masyarakat. Berkesempatan memberikan sambutan, Menag, kembali menyerukan agar kita umat beragama di Indonesia menghargai perbedaan. Sebab perbedaan adalah sunatullah. Menag juga mengimbau dan mengingatkan bahwasannya dalam menyampaikan agama di tengah keragaman, agar jangan terkungkung hanya menyampaikan sisi luar dari agama itu sendiri. “Mungkin kadang kita lupa, terpukau atau lain sebagainya sehingga kita hanya menyampaikan kulit luarnya saja atau eksoterisnya, kalau fiqih itu fiqih formalnya,” ujar Menag. “Sisi luar itu lebih pada perspektif syariat, tentu akan kita dapati keragaman, atau dalam bahasa lain disebut perbedan-perbedaan,” lanjutnya. Menag berharap, dalam penyampaian dakwah haruslah sampai pada sudut atau perspektif yang mendalam agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. “Karena esensi dari dakwah itu adalah kearifan,” pungkasnya. Pada kesempatan ini Menag pun turut ambil bagian dalam peluncuran laman dakwah LDNU yang mengambil moto “Islam Ramah”. Nantinya, laman ini akan diisi salah satunya dengan kumpulan konten ceramah-ceramah agama dari seluruh juru dakwah NU senusantara. Pun diharapkan laman tersebut bisa menjadi acuan dalam memperluas cakupan dakwah (islami) agar diterima lebih luas. Kontributor: Fajar Harnanto Redaktur: Nurul Badruttamamhttp://itjen.kemenag.go.id/web/article/berita/hadiri-rakernas-ldnu--menag-serukan-hargai-keragaman-dan-sampaikan-agama-dari-sudut-mendalamMon, 20 Feb 2017 00:00:00 +0700