Seriusi Pelaksanaan Pengendalian Intern, Itjen Gagas Rakornas SPIP Kementerian Agama


Dok: ItjenNews

Jakarta [ItjenNews] - Inspektorat Jenderal Kementerian Agama  melaksanakan Kegiatan Rapat Koordinasi Nasional dan evaluasi sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) di Auditorium H. M. Rasjidi   Kementerian Agama Jl. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat, 5 Oktober 2017. Peserta Rakornas  ini antara lain  Pejabat Eselon I Pusat Kemenag, Kanwil Kementerian Agama, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri seluruh Indonesia. Serta Jajaran pejabat dari Internal Itjen Kemenag dan staff.

Kegiatan Rakornas ini secara resmi di buka oleh Inspektur Jenderal Kementerian Agama Nur Kholis Setiawan didampingi oleh Sekretaris Itjen Muhammad Tambrin. Irjen menyampaikan bahwa Pelaksanaan SPIP merupakan bentuk ketundukan kepada peraturan  dan upaya utama dalam rangka pencegahan. Level maturitas SPIP Kemenag yang masih berada di level 2, dianggap perlu ditingkatkan sinergitas, kerjasama, dan kerja keras bersama seluruh kompenen SPI kementerian Agama.  Acara ini juga menjadi bagian dari evaluasi dalam rangka perbaikan pelaksanaan SPIP Kemenag ke depan.


Narasumber yang mengisi sesi pertama pada acara ini antara lain, Direktur PLP Bidang Kesra BPKP Ari Dwikora Tono  menyampaikan materi  “Strategi peningkatan nilai  Maturitas SPIP”. Ernandi menyampaikan bahwa Pengendalian intern pemerintah sangat penting dalam rangka ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan, keaman aset, laporan keuangn yang relevan dan dapat dipercaya,serta pelakssanaan kegiatan organisasi yg efektif dan efisien. Serta permasalahan yang sering dihadapi dalam pengendalian intern, yaitu komplain atas pelayanan pemerintah, masih banyak aparat pemerintah melanggar peraturan, dan masih banyak program pemerintah yang belum menyentuh persoalan dasar masyarakat.


Inspektur Jenderal Kementerian Agama Nur Kholis Setiawan pun turut menyampaikan materi tentang Penyelenggaraan SPIP di Kementerian Agama. Nur Kholis menyampaikan bahwa Itjen adalah APIP pada kementerian agama yang bertugas melakukan pengawasan terhadap satker pada kemenag yang jumlahnya ribuan, dengan jumlah auditor yang hanya ratusan, tentu belum cukup menjangkau semua satker yang banyak tersebut. Sehingga SPIP di tingkat satker merupakan perpanjangan tangan dari Itjen dalam melakukan early warning system di satker masing-masing. Ke depan Itjen akan melakukan pangawasan berbasis kepada sebab terjadinya temuan, bukan memperbanyak temuan.


Selain itu, turut hadir H. M. Ali Taher, (Ketua Komisi VIII DPR RI)  sebagai narasumber yang menyampaikan meteri tentang Fungsi Pengawasan dalam Rangka Meningkatkan Akuntabilitas. Anggota Dewan tersebut menyampaikan bahwa APIP berfungsi sebagai pendamping dan pembimbing bagi satuan kerja, bukan sebagai pencari kesalahan semata. Prinsip akuntabiltas dan transparansi perlu dilaksanakan dalam penyelenggaraan pemerintah. Selain itu Ali Taher juga menyampaikan agar Seluruh pejabat Kementerian Agama berhati-hati dalam mengelola penggunaan  keuangan negara.


Acara yang berlangsung selama satu hari ini secara resmi ditutup oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin. Menteri Agama menyampaikan  untuk mencapai tujuan penyelenggaraan dan pengelolaan pemerintahan yang baik maka seluruh Pimpinan dan Pegawai pada Kementerian Agama harus  bersinergi melaksanakan  SPIP dengan baik. Selain itu, Menteri Juga menyampaikan evaluasi SIP perlu dilakukan untuk mengetahui kelemahan pada personil yang melaksanakan pengendalian sehingga bisa mencari solusi untuk menghilangkan kelemahan dalam pelaksanaan SIP sehingga kinerja Kementerian Agama kedepan menjadi lebih baik.


Acara Rakornas tersebut Menteri Agama juga menyerahkan penghargaan terhadap terhadap 10 unit Eselon I Pusat dan Enam Kanwil yang memperoleh Nilai SAKIP 2017 terbaik yang telah dinilai oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Untuk Unit Eselon I Pusat Itjen Kemenag menempati peringkat pertama dengan predikat (A), diperingkat kedua Ditjen Bimas Hindu dengan predikat B dan peringkat ketiga Setjen dengan predikat B. Untuk tingkat Provinsi peringkat pertama Nilai SAKIP 2017 terbaik diraih oleh Kanwil Kemenag Prov. Sulawesi Tenggara, untuk posisi kedua Kanwil Provinsi Jawa Timur dan ditempat ketiga Kanwil Kemenag Prov. Nusa Tenggara Barat.

 


Kontributor: Noverlin Gulo

 

Redaktur: Moh. Asnawi


Fajar Harnanto | 2017-10-07 06:14:41 | Fajar Harnanto | 2017-10-07 06:14:41
Sirandang