Respon Perpres 87 Tahun 2016, Itjen Gelar Rapat Koordinasi Aksi Penanganan Pungli

Jakarta [ItjenNews] - Berkaitan dengan ditelurkannya Perpres 87 tahun 2016 terkait Satgas pemberantasan pungli, Kemenag Melalui Inspektorat Jenderal akan segera menindaklanjuti hal ini. Kemenag berupaya merespon dengan sigap, agar pungli ini bisa direduksi atau bahkan dihilangkan. Moch. Jasin, selaku Irjen, pada Jumat (18/11/2016) melakukan rapat koordinasi dengan Jajaran Pinmas. Kapus Pinmas, berkenan hadir.

Sesuai amanat dalam Perpres 87 Tahun 2016, Satgas Saber Pungli  mempunyai tugas melaksanakan pemberantasan pungutan liar secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan personil, dan satuan kerja. Sarana-prasarana, baik yang berada di kementerian/lembaga mau pun pemerintah daerah, ketika melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Satgas Saber Pungli menyelenggarakan fungsi:

a. intelijen;

b. pencegahan;

c. penindakan; dan

d. yustisi

Pinmas diharapkan bisa mengkoordinasikan terkait pengoptimalan sebaran informasi sebagai upaya pencegahan melalui banner-banner dan spanduk di tempat-tempat layanan Kemenag, salah satunya KUA. Hal yang masih menjadi momok tentunya adalah layanan KUA. Terkait pungli oleh oknum penghulu masih sering ditemukan. Hal ini sejatinya telah dibentengi oleh PMA 24 tahun 2015, namun dengan adanya Perpres terkait pungli diharapkan semua layanan Kemenag bisa bersih menyeluruh dan tentunya "Prima".

Terkait pungutan yang dilakukan oleh pihak atau aparat lain, Jassin menilai, seharusnya ada koordinasi dengan Kemendagri, terkait aparaturnya, seperti kelurahan, sampai tingkat RT, jangan sampai ada oknum yang melakukan pungli dan masyarakat menganggap itu adalah pungli yang dilakukan oleh kemenag. Pungli bahkan kini meluas di sekolah. Menurut Ombudsman, sekolah-sekolah banyak melakukan praktik tersebut, yakni melalui komite-komite.

Untuk itu Jassin menegaskan bahwa perlunya sosialisasi dalam bentuk banner-banner yang "mengena" dan berformat standar untuk pencegahan sekaligus warning bagi pelaku pungli. Usulan ini diterima sangat baik oleh Kapus Pinmas Kemenag, beliau berjanji akan menindaklanjuti ini dalam satu minggu kedepan, dengan membuat baner dan spanduk, sekaligus menyebarluaskan saber pungli ini melalui media sosial milik Kemenag agar ber-impact lebih cepat dan luas. Itjen sendiri akan mempersiapkan kajian regulasi terkait hal ini, untuk memperkuat Perpres tersebut.

 

Kontributor: Fajar Harnanto

 

Redaktur: Nurul Badruttamam


Fajar Harnanto | 2016-11-18 13:43:06 | Fajar Harnanto | 2016-11-23 07:51:36
Sirandang