Rakor RB 2017, Hilmi dikukuhkan Menjadi Agen Perubahan



Jakarta [ItjenNews] -
Selain Membuka Rakor Reformasi Birokrasi, Menag dalam kesempatan menghadiri rapat koordinasi reformasi birokrasi turut mengukukan para agen perubahan. Acara pengukuhan agen perubahan dilakukan selain sebagai evidence dari komponen pengungkit RB, namun secara esensial diaharapkan para agen perubahan ini bisa menularkan spirit kebaikan dan menjadi role model.

Acara pengukuhan agen perubahan oleh Menteri Agama di lakukan di sela-sela acara pembukaan. Menag mengukuhkan sebelas orang ASN Kemenag yang dinilai memiliki influance baik terhadap lingkungan kerjanya.

Hilmi Muhammadiyah dinilai memiliki kapasitas untuk itu. Selain sebagai asesor utama dalam penilaian mandiri pelaksanaan reformasi (PMPRB), Hilmi juga dinilai memberikan role model dalam hal integritas terutama di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Hilmi dikukuhkan bersama ke sepuluh orang lainnya sebagai agen perubahan. Agen perubahan ini mencakup pejabat eselon II hingga ke pejabat pelaksana (eselon IV), yaitu Pontus Sitorus (Ses Ditjen Bimas Kristen), Rohmat Mulyana (Ses Balitbang Diklat), Kartika Darmawanti (Kabag Fasilitasi RB Biro Ortala Setjen), Fajar Adhy Nugroho (Kabag Evaluasi Kinerja Organisasi dan Penyelesaian Hasil Pengawasan), Kastolan (Kabag Perencanaan Setditjen Pendis), Hasan Affandi (Kabag Sistem Informasi Terpadu PHU), Hari (Kabag Ortala, hukum, dan Kepegawaian Ditjen Bimas Katolik), Thobib Al Asyhar (Kasubbag Sistem Informasi Setditjen Bimas Islam), Indro Satmoko (Kasie Pengembangan Akademik dan Akreditasi Ditjen Bimas Hindu), I Nyoman Suridarma (Kasubdit Pend. Dasar & Menengah Dit. Urusan dan Pendidikan Agama Budha).

Menurut Menag, Hakikatnya ASN Kementerian Agama adalah orang terpilih. Menjadi ASN Kemenag adalah kemuliaan, karena diberi amanah mengelola negara di sebuah bangsa religius yang tidak bisa terlepas dari nilai-nilai agama. Nilai agama menjadi bagian tidak terpisahkan dalam menata kehidupan di tengah keragaman bangsa.

"Kita mendapat kehormatan untuk ikut mengelola. Ini adalah takdir, yang secara tidak langsung Tuhan memberikan kepercayaan. Karenanya, syukuri kemuliaan dan kehormatan ini dengan cara memberikan yang terbaik melalui Kemenag," tutur Lukman memotivasi.

Ditemui lepas acara pembukaan, Hilmi turut menyampaikan pandangannya mengenai urgensi percepatan reformasi birokrasi di lingkup Kemenag. Hilmi menilai, apabila reformasi birokrasi bisa membaik, dampaknya akan sangat luas, terutama di bidang kualitas layanan oleh Kementerian Agama. "Reformasi birokrasi ini harus terus kita pacu dan akselerasikan agar Kemenag bisa terus dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat," ujar Hilmi saat diwawancarai tim liputan Itjen News.

 

Kontributor: Fajar Harnanto

 

Redaktur: Asnawi


Fajar Harnanto | 2017-04-12 09:38:45 | Fajar Harnanto | 2017-04-13 08:17:04
Sirandang