Rakernas Kemenag 2017, Menag Berikan Harmoni Award



Jakarta [ItjenNews] - Kementerian Agama menggelar Rapat Kerja Nasional di tahun ini. Acara yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara (27/2/2017) dihadiri seluruh pejabat Eselon I Pusat, Eselon II Pusat dan Daerah, Rektor PTN di Bawah Kemenag, dan sejumlah kepala daerah. 

Rakernas kali ini menitikberatkan pada penyelarasan program-program nasional pemerintah dengan program di Kementerian Agama. Salah satunya, dalam rangka mengantisipasi isu-isu keagamaan yang akhir ini kerap menjadi isu nasional.

Menag dalam kesempatan membuka acara mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pendidikan keagamaan. Dia berharap agar pendidikan agama dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menag pun menekankan bahwasannya agama dijadikan sebagai esensi untuk dapat saling memanusiakan manusia. "Bagaimana juga kita mengupayakan kerukunan hidup antar-umat agar kualitasnya membaik," imbuh pria ramah senyum ini. "Hakikat beragama adalah memberi, bukan menuntut untuk diberi," lanjutnya. 

Terkait isu kerukunan yang dinilai meruncing akhir-akhir ini, Kemenag pun memberikan aksi nyata dengan menganugrahkan "Harmoni Award" kepada Kepala daerah yang dinilai cakap untuk memelihara isu kerukunan di Indonesia. Salah satunya jatuh kepada Bupati Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Beliau dinilai memenuhi beberapa kriteria terkait memelihara kerukunan antar umat beragama di wilayahnya. 

"Harmoni Award" diharapkan dapat mendorong kepada pemimpin-pemimpin daerah guna merapatkan barisan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama. "Mereka kami nilai mampu menjaga kerukunan umat yang ada di daerah tersebut, dan mampu memberikan layanan kepada umat beragama tidak hanya dalam hal peribadatan tapi juga hal yang lain, sehingga umat beragama merasa terlayani," ungkap beliau saat konferensi pers, pasca pembukaan Raker Nasional.


Rakernas 2017 ini, diharapkan setiap jajaran di Kemenag dapat melakukan perubahan dan mengikuti sensitivitas dinamika yang berkembang di masyarakat. "Keberadaan Kemenag harus lebih dirasa manfaatnya bagi masyarakat agar layanan bermartabat bisa semakin dekat di mata umat," lugasnya.


Kontributor: Fajar Harnanto

Redaktur: Nurul Badruttamam

Fajar Harnanto | 2017-02-27 09:12:08 | Fajar Harnanto | 2017-02-27 10:59:04
Sirandang