Purna Tugas sebagai Irjen, Moch. Jasin Torehkan Capaian Gemilang

Jakarta [ItjenNews] - Jumat (13/1/2017), Moch. Jasin menggelar acara ramah tamah dalam rangka purna-tugas beliau selaku Irjen. Dihadiri seluruh pegawai Itjen, acara ini menimbulkan kesan mendalam bagi pegawai yang hadir.

Setelah mengabdi 4 tahun 5 bulan, Mochamad Jasin mengakhiri masa jabatannya sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama. Bergabung dan menjadi pegawai Kementerian Agama, 03 Agustus 2012, pria kelahiran Blitar 14 Juni 1958 ini kemudian memilih hari Jumat, 13 Januari 2017 sebagai hari melakukan "pamitan" kepada pegawai Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Hari yang sama ketika dirinya dilantik menjadi Irjen.

Berbagai capaian gemilang telah ditorehkan oleh Moch. Jasin selama menjadi Irjen di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Wajar jika pelepasan purna tugas beliau diwarnai haru, baik dari kalangan pejabat maupun pegawai.

Tonggak monumental yang sudah dibangun Moch. Jasin antara lain ditelurkannya PP 48 Tahun 2014, terkait tarif nikah yang hingga saat ini menjadi landasan layanan masyarakat andalan di Kemenag. Tak hanya itu, perbaikan mindset Auditor juga menjadi concern Jasin selama menjabat sebagai Irjen.

Sekarang sudah boleh dibuktikan, tidak ada lagi auditor-auditor kami yang minta ditraktir, dibelikan oleh-oleh, atau minta diajak karaoke.” Tegas beliau di sela acara ramah-tamah. Jasin juga menegaskan bahwa jika masih ada oknum auditor Itjen yang “nakal” maka bisa langsung dilaporkan melalui dumas atau WBS, sanksi tegas siap diterapkan.  

Terkait jumlah dumas dan pengaduan online via WBS, Itjen di Tahun 2016 ini “mengantongi” angka sejumlah 410 jumlah aduan masyarakat, dan 535 via WBS. Jumlah tersebut mengindikasikan bahwasannya Itjen terus berusaha meningkatkan layanan kepada stakeholdersnya, dalam hal ini adalah satker (auditi), dan juga masyarakat secara luas sebagai sarana kontrol.

Selain itu, capaian terakhir beliau dalam hal meminimalisasi kerugian negara (Tahun 2016) melalui audit kinerja atau pun ATT, sebesar RP 13.553.634.325 dari total RP 33.509.861.187 (Data: Itjen). Hal ini berarti sekitar 40% kerugian negara secara nominal bisa direduksi oleh Inspektorat di bawah komando Moch. Jasin.

Jasin menegaskan, di Itjen ini harus jadi acuan, lead by example, dan pemimpinlah yang harus menjadi contoh. atau role model. “Kalau irjennya tidak memberi contoh, ke bawahnya sulit untuk siapa yang ditiru?" ujarnya serius. Ia berharap, penggantinya nanti berintegritas dan mampu meneruskan sistem-sistem yang sudah dibangun selama ini di Itjen.

 

Kontributor: Fajar Harnanto

 

Redaktur: Nurul Badruttamam


Fajar Harnanto | 2017-01-16 11:32:45 | Fajar Harnanto | 2017-01-16 18:11:02
Sirandang