Itjen Pelopori Penyusunan LKj 2016 di Awal Tahun

Jakarta [ItjenNews] - Laporan Kinerja atau yang biasa disingkat dengan LKj, kembali mulai disusun di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama.   Mengingat kegiatan ini amat penting untuk memberikan garansi keakuntabilitasan seluruh kegiatan yang dilaksanakan (sesuai dengan capaian Perkin) di tahun 2016.

Dimulai dari tanggal 4-6 Januari 2017 Di Hotel Santika Depok, Acara dibuka oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Hilmi Muhammadiyah. Beliau menegaskan bahwa acara penyusunan LKj ini memang idealnya dilakukan di awal tahun, agar pelaporan akuntabilitas terutama dalam penggunaan anggaran bisa tercapai. “Dalam penyusunan (LKj) ini kita harus tetap memegang teguh 3 rukun penyusunan yakni kepatuhan format, isi, dan substansi.” Ujar beliau. Hilmi pun menambahkan bahwasannya tanpa menjalankan  tiga prasyarat tersebut bisa saja laporan kinerja tersebut tidak dinilai. “Kalau formatnya sudah tidak benar, maka bisa jadi selanjutnya tidak akan dinilai.” Imbuhnya.

Sesi pertama, dimulai dengan pemateri dari Biro Ortala, yang dibawakan langsung oleh Kabiro Ortala, Nur Arifin. Beliau membuka sesi materi dengan cara penyusunan LKj. Dalam paparannya beliau menekankan untuk selalu memperhatikan data primer sebagai dasar penyusunan LKj. “Dalam penyusunan LKj, selalu perhatikan data primer, jangan sampai kita sulit menemukan data itu sebagai dasar penyusunan.” Jelasnya.

Laporan kinerja ini selayaknya disampaikan oleh pimpinan satuan kerja masing-masing kepada pimpinan unit kerjanya (dalam hal ini adalah Menteri/Pimpinan Lembaganya). Penyusunan, dilakukan pertahun yang didasari oleh perjanjian kinerja yang telah disepakati. Kemudian, menteri atau pimpinan lembaga tersebut wajib menyampaikan susunan laporan kinerja itu kepada Menteri Keuangan sebagai pertanggungjawaban atas kinerja dan penggunaan anggaran.

 

 

 

Kontributor: Fajar Harnanto

 

 

Redaktur: Nurul Badruttamam


Fajar Harnanto | 2017-01-04 20:13:32 | Fajar Harnanto | 2017-01-05 11:43:27
Sirandang