Itjen Kawal Penuh Peneguhan Nilai-Nilai Pancasila ASN Kemenag


Dok: [ItjenNews]

Jakarta [ItjenNews] - Dewasa ini banyak ditemukan rongrongan yang seolah hendak "melengserkan" Pancasila sebagai dasar negara. Mulai dari kabar hoaks yang mempertentangkan Pancasila dengan nilai agama hingga fatwa-fatwa sesat yang seolah mendeskreditkan paham luhur dari Pancasila.

Sila pertama yang berbunyi "ketuhanan yang maha esa" tentunya tegas menjelaskan bahwasannya Pancasila itu sangat dekat dengan penegakan nilai-nilai luhur keagamaan. Maka tak ayal rumusan Pancasila akan sangat muskil bertentangan dengan nilai-nilai agama itu sendiri.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Agama memiliki tugas tersendiri untuk "mengamankan" nilai-nilai Pancasila itu. Sesuai dengan apa yang dicita-citakan presiden Jokowi agar Pancasila tidak hanya dikenang, diperingati, atau hanya dilestarikan, tetapi benar-benar menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia di pelbagai aspek kehidupan.

Tak dipungkiri, semua elemen masyarakat berpotensi menjadi sasaran penyebaran paham ekstrem bahkan mengarah kepada radikalisme, tak terkecuali ASN kemenag. Oleh sebab itu, Inspektorat Jenderal sigap merespon isu itu, seiring  akan diperingatinya hari lahir Pancasila yang jatuh pada satu Juni mendatang.

Melalui perangkat Inspektorat Jenderal, Hilmi selaku Sekretaris Itjen sigap melakukan upaya pencegahan terkait masalah ideologi tersebut. Secara konkret, sebagai jajaran pengambil keputusan di Itjen, Hilmi akan merealisasikan beberapa upaya pencegahan guna mengawal dan memastikan lima sila akan terus dipegang teguh oleh 232.883 ASN Kemenag di seluruh Indonesia.

Inspektorat Jenderal berusaha memasukan nilai-nilai Pancasila dalam setiap kegiatan atau pun program yang diselenggarakan, salah satunya dalam program Pengawasan dengan Pendekatan Agama (PPA). Program PPA yang akan segera berjalan tahun ini akan menyisipkan pengajaran, sekaligus pengamalan nilai-nilai idil Pancasila kepada ASN Kemenag di daerah yang menjadi sasar program.

PPA yang akan berelaborasi dengan program penguatan implementasi nilai Pancasila, diharapkan bisa efektif dan saling menunjang satu sama lain. Sehingga akan menghasilkan ASN Kemenag yang berbudi luhur, jauh dari prilaku menyimpang (terhadap aturan perundangan), dan berjiwa nasionalis, sebagai outputnya.  

Lebih konkret, upaya lain yang dilakukan Itjen adalah melakukan forum group discussion (FGD) guna merealisasi perencanaan program penguatan pemahaman Pancasila, pada 5 Mei esok. Disusul diadakannya "Workshop Pengawasan" yang rencananya hadiri oleh seluruh auditor dan perwakilan dari satker daerah, berkaitan penguatan dan implementasi nilai-nilai Pancasila pada 22-24 Mei tahun ini.

Ditemui selepas rapat terbatas pimpinan Itjen terkait hal ini, Hilmi menegaskan pentingnya program-program di atas guna menjaga ASN Kemenag dari degradasi nilai-nilai Pancasila. "Saya pikir program peneguhan nilai-nilai Kepancasilaan yang akan kita laksanakan ini amat perlu, agar tak ada lagi ASN kita yang alergi terhadap pancasila atau bahkan menjadi ekstremis," ujar Hilmi.

Sekretaris Itjen itu juga menerangkan bahwa nilai-nilai Pancasila hakikatnya sudah termaktub dalam PP 53, kode etik pegawai, juga dalam Panca Prasetya Korpri. "Pancasila itu sudah final, tidak bisa ditawar-tawar lagi," tegasnya.    

 

 

Kontributor:  Fajar Harnanto


Redaktur: Asnawi


Fajar Harnanto | 2017-05-04 18:18:12 | Fajar Harnanto | 2017-05-04 18:47:35
Sirandang