Itjen Adakan TOT Tim Pendampingan ZI WBK-WBBM 2017


Dok: [ItjenNews]

Acara Training of Trainee (TOT) berkaitan dengan pembentukan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Kemenag diselenggarakan hari ini Selasa (16/05/2017) di Ruang Rapat Lt.2 Sekretariat Jenderal, Bilangan Lapangan Banteng Jakpus.

Sebagaimana diketahui, pembentukan area ZI WBK-WBBM di Kemenag merupakan program prioritas yang diamanahkan oleh Kemenpan & RB untuk seluruh K/L/D/I. Peserta TOT sebagian besar berasal dari Itjen dan beberapa melibatkan perwakilan dari setiap Unit Eselon I Pusat. Melalui TOT ini diaharapkan akan terbentuk tim pendamping/penilai internal (TPI) yang profesional dan bermutu guna mengawal pembentukan wilayah ZI WBK-WBBM di Kemenag.

Dimulai sejak pukul 08.00 WIB, acara TOT ini melibatkan pihak dari Kemenpan & RB, yang dijadwalkan memberikan materi terkait pelatiahan ini. Nadimah, MBA. selaku Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan, Pemantauan, dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan II, kali ini didapuk untuk menyampaikan materi terkait TOT para calon tim pendamping. Dalam paparannya, Nadimah menyampaikan bahwa pembentukan wilayah berpredikat ZI WBK-WBBM adalah mutlak diperlukan agar Kementerian atau Lembaga terkait dapat terus berperforma maksimal.

Salah satu asisten deputi tersebut menguraikan bahwa pembentukan predikasi ZI WBK WBBM ini masih dalam kerangka upaya mengakselerasi  Reformasi Birokrasi di K/L/D/I. Hal ini kemudian dituangkan dalam Permenpan No. 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah. Predikat WBK adalah predikat yang  diberikan  kepada  suatu  unit  kerja  yang  memenuhi  sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan     pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja. Sedangkan Predikat Menuju WBBM adalah predikat   yang   diberikan   kepada   suatu   unit   kerja/satuan kerja yang sebelumnya telah mendapat predikat Menuju WBK dan memenuhi    sebagian    besar    manajemen    perubahan,    penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.

Nadimah juga menegaskan bahwasanya penilaian ZI WBK-WBBM ini sejatinya akan akan dilakukan oleh dua pihak, yakni tim penilai intern (TPI) dan tim penilai nasional (TPN). Ia pun menegaskan bahwasannya TPI haruslah bisa konsisten mendampingi satker-satker lain agar wilayah ZI WBK-WBBM bisa segera disandang oleh Kemenag secara menyeluruh. “Nantinya tim yang akan diterjunkan harus paham betul Permenpan 52 Tahun 2014 dan harus konsisten mendampingi, adakan monev secara simultan agar setiap progres bisa terpantau melalui penilaian,” ujarnya.

Sesi berikutnya, Sekretaris Itjen, Hilmi Muhammadiyah berkesempatan menyampaikan materi terkait ZI WBK-WBBM ini. Salah satu isi paparannya Hilmi menyampaikan, pembentukan wilayah berpredikat ZI WBK-WBBM ini haruslah berkonsentrasi pada upaya pencegahan korupsi dan peningkatan layanan publik di Kemenag. Hilmi juga berharap di tahun ini predikasi ZI WBK-WBBM bisa lebih meluas, salah satunya bisa di terapkan di Unit Eselon I Pusat sebagai percontohan.

Senada dengan hal tersebut, kasubbag Ortala Itjen, Nurul Badruttamam dalam materinya terkait teknis TOT menyampaikan, tahun ini penilaian juga akan dilakukan kepada Unit Eselon I Pusat. “Kita akan segera bagikan LKE (Lembar kerja evaluasinya), mohon agar diisi disertai evidence-nya, per tanggal 31 Mei ini kita akan nilai bersama (untuk Unit Eselon I Pusat),” ujar Nurul menjadwalkan.   



Kontributor:  Fajar Harnanto


Redaktur: Asnawi


Fajar Harnanto | 2017-05-16 15:58:50 | Fajar Harnanto | 2017-05-17 08:58:24
Sirandang