Irjen Analogikan 11 Tembang Macapat Pertahankan WTP Kemenag


Dok: [ItjenNews] - Irjen (mimbar) memaparkan terkait mempertahankan WTP.


ItjenNews [Sidoarjo] - Irjen Kemenag, M. Nur Kholis Setiawan hadir dalam rangka pelaksanaan reviu pada awal tahun anggaran untuk membantu satker di daerah agar masih sesuai pada jalurnya (27/12).  Dalam “kuliahnya” kali ini, Nurkholis kembali beranalogi cerdas mengenai peran Itjen dengan satker lainnya. “Fa'il adalah auditor, Maf'ul adalah auditi,” ujarnya membuka.

Menurut Irjen, di Pulau Jawa tenar mengenai sejarah wali songo, yakni salah satunya dari kisah Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga yang menggunakan tembang (Mocopat) sebagai sarana dakwah. Menurut Nur Kholis, ada 11 (sebelas) tembang yang relevan sebagai sarana pembelajaran “peran” kita saat ini (Itjen dan Satker lainnya). Nur Kholis merinci sebelas tembang itu sebagai berikut:

1.Maskumambang

2.Mijil

3.Kinanthi

4.Sinom

5.Asmorondono

6.Gambuh

7.Dhandanggula

8.Durma

9.Pangkur

10.Megatruh

11.Pucung

 

Orang nomor satu di Inspektorat itu mengatakan, tahapan Pangkur atau mundur setelah mendarmakan diri menjadi ASN atau pejabat negara tidak ada yang abadi dan harus berganti beregenerasi. “Mumpung kita masih dalam fase durma kita kumpulkan banyak bekal untuk memasuki masa berikutnya. Kita harus bnyak melakukan pembenahan dan perbaikan tadi, kami Itjen Kemenag akan hadir untuk membantu melakukan pembinaan,” jelasnya.

Fa’il duluan tp dalam kondisi tertntu maful bs lebih dulu, maful mestinya memang adanya diakhir atau menjadi objek, dalam konteks kita melakukan pembinaan pembenahan dan perbaikan posisi fa’il dan maful bisa bertukar,” sambungnya.

Tahapan selanjutnya ketika ruh manusia lepas dari jasadnya masuk tahapan Megatruh dan pada akhirnya masuk masa Pucung, menurut Nur Kholis.

Lanjut, Nur Kholis masih berusaha menjabarkan sebelas makna tembang, menurutnya kita (ASN Kemenag) harus mampu menggabungkan atau menyinergikan kebenaran dengan kebaikan syukur menggabungkan juga dengan keindahan. “Maskumambang ketika ruh ditiupkan oleh Allah kedalam janin setelah usia 4 bulan dalam janin ibu sembilan bulan lahir ke dunia Mijil setelahnya memasuki golden age  Kinanthi lalu menjadi nom noman Sinom pemuda pemudi, stelah memasuki usia remaja Asmorondono memasuki usia rumahtangga Gambuh manis nya kehidupan berumah tangga,” ujarnya.

Berikutnya, adalah “Dhandanggula”. Nur Kholis menjelaskan, fase yang penting adalah fase Durma yaitu fase berbakti melalui wasilah berbagai profesi yang kita jalani, melakukan aktivitas mendarmakan diri bermanfaat untuk masyarakat luas dan para duta akrual atau ASN ini sebagai pengawal opini wajar tanpa pengecualian (WTP). “Kalau kerja tidak diniati ibadah akan menjadi ngersulo suatu penyakit batin, jangan sampai salah langkah dalam bertindak, kalau tidak diobati oleh saudara sendiri akan makin parah penyakit batinnya,” terangnya.

Saat Pendampingan, diskusi menjadi lebih penting antara auditor dan auditi, karna idealitas sangat berbeda dengan realitas. Diharapkan kita dapat meneladani ulama ulama, Intinya mencari kearifan dari kesenjangan antara idealitas dengan realitas,” gagasnya cerdas.

 

 

Kontributor: Agung P.U.

 

Redaktur: Asnawi

Fajar Harnanto | 2017-12-27 14:14:35 | Fajar Harnanto | 2017-12-27 14:20:33
Sirandang