Facebook SPAK Dilombakan, Kanwil Sumsel Sabet Gelar

Jakarta [ItjenNews] - Penyebaran Nilai-nilai Anti Korupsi mulai marak digencarkan. Mulai dari cara-cara konvensional melalui seminar-seminar, dan yang paling “kekinian” adalah melalui kampanye di media sosial (medsos). Penggunaan medsos untuk menyebarkan pesan anti korupsi tak ketinggalan tengah digalang oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inspektorat Jenderal Kementerian Agama bekerja sama dengan KPK melalui gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi atau biasa diakronimkan dengan SPAK.

Rewarding yang diberikan DWP dalam rangka penyebaran nilai-nilai anti korupsi melalui Facebook adalah sebuah terobosan yang berarti. Sebab, hal ini dinilai lebih cepat dalam penyampaian, baik dari segi konten maupun segi akses penyebaran pesan yang dilakukan. Sebuah gerakan yang menempatkan perempuan sebagai tokoh sentral pencegahan korupsi, baik sebagai ibu, istri maupun tenaga profesional, diharapkan mampu “ter-sounding” melalui media sosial.  

Kriteria penilaian yang dilakukan melalui berbagai item. Salah satunya adalah, keaktifan, kreatifitas, dan ragam konten yang ditawarkan untuk menyebarkan nilai-nilai kejujuran bebas KKN. Kategori terbaik satu dengan “mengantongi” poin tertinggi 82,29 jatuh kepada Kanwil Kemenag Prov. Sumatera Selatan sebab dinilai paling aktif dan kreatif. Sementara poin tertinggi kedua dengan nilai 74,86 diraih oleh Kanwil Kemenag Prov. Jawa Timur, dan tertinggi ketiga didapatkan oleh Kanwil Kemenag Prov. Kalimantan Selatan dengan raihan 73,43 poin. Pun Juara terfavorit diberikan kepada Kanwil Kemenag Kalimantan Barat. 

SPAK sendiri sudah berafiliasi dengan DWP Itjen guna membangun sistem yang “membumi” namun manfaatnya masif dan bisa dirasakan. Seperti disebutkan dalam sebuah Studi penelitian bahwa ternyata hanya 4% orang tua yang mengajarkan kejujuran pada anak-anaknya. Kejujuran yang dimaksud lebih kepada bagaimana kejujuran tersebut dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, peran wanita dianggap vital guna menyasar peran wanita sebagai agent of change untuk mengubah mindset dan cultural set menuju Indonesia bahkan dunia yang lebih baik, bebas KKN.


Kontributor: Fajar Harnanto

Redaktur: Nurul Badruttamam

Fajar Harnanto | 2017-01-03 17:25:46 | Fajar Harnanto | 2017-01-04 20:18:21
Sirandang