Bersih-Bersih Istiqlal Libatkan Umat Agama Lain, Menag: "Ini Adalah Hal yang Patut Kita Syukuri"


Dok: Liputan6.com

Jakarta [ItjenNews] - Aksi bersih-bersih Masjid Istiqlal ini yang dimulai sejak tanggal 10 Februari 2017 menjadi rangkaian kegiatan dalam rangka perayaan Milad Istiqlal yang peresmian penggunaan pertamanya dilakukan tanggal 22 Februari 1978. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meninjau dan bergabung untuk melakukan aksi bersih-bersih Masjid Istiqlal (19/2/2017). Tak luput ia mengapresiasi kehadiran relawan yang berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih masjid ikonik ini.

Proses aksi-aksi bersih dilakukan oleh relawan yang berasal dari sejumlah organisasi pencinta alam, organisasi profesi. Bahkan sejumlah relawan tersebut berasal dari umat Hindu, Kristiani, Buddha, Konghucu turut terlibat membersihkan mesjid ini. 

"Sesuatu yang patut kita syukuri, karena aksi bersih-bersih ini juga melibatkan umat beragama lain, dan mereka tanpa kita minta, mereka spontan dan pro aktif ikut menyumbangkan tenaga untuk terlibat dalam kegiatan ini, sesuatu yang patut kita apresiasi dan kita hargai," kata Menag.

Kegiatan positif ini juga merupakan sebuah bentuk toleransi umat beragama. Hal ini dikarenakan aksi bersih-bersih itu diikuti sejumlah relawan dari bermacam-macam kalangan dan latar belakang keagamaan,” tandas Pria berkacamata khas ini menambahkan.

Acara bersih-bersih yang melibatkan sejumlah elemen masyarakat masyarakat ini telah dilakukan dari 11 Februari hingga 21 Februari 2017. Selain menyambut ulang tahun Masjid Istiqlal, kegiatan ini dilakukan untuk menyambut kunjungan beberapa kepala negara yang akan "sowan" ke masjid terbesar di Asia Tenggara ini.

Tampak hari itu, sejumlah siswa sekolah yang berasal dari kelompok Pramuka Peduli juga hadir menjadi bagian dari relawan.

Ical, koordinator lapangan relawan mengatakan, "Kalau kita berbicara program bagaimana menghargai perbedaan, program gotong royong, kita ingin kegiatan riilnya atau aksi nyatanya," ucapnya. Hal yang sama disampaikan Firman, relawan asal Indramayu yang menjadi penanggungjawab membersihkan menara.

Diungkapkan pula oleh relawan bernama Ciprianus, pria beragama Katolik dan berasal Flores menyampaikan bahwa, masjid ini dari sisi sejarah, desainnya dibuat oleh arsitek yang bukan beragama Islam, yaitu Fredrerich Silaban, juga mungkin ada donasi dari umat selain muslim.

 

 

Pinmas: Rpst/DM

 

Editor: Fajar Harnanto


Fajar Harnanto | 2017-02-20 10:01:39 | Fajar Harnanto | 2017-02-20 10:21:55
Sirandang