Evaluasi Pelaksanaan Program SPAK, Menag: SPAK Never Ending Process

Menag didampingi Plt. Irjen dan Ses Itjen Membuka Acara Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Korupsi SPAK ditandai dengan pemukulan gong

Jakarta, [ItjenNews] - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Korupsi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Ia meminta agar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag terus mengelorakan gerakan SPAK, Senin (16/09).

Menag Hadir didampingi Plt. Irjen Thomas Pentury, Ses Itjen Muhammad Tambrin, Para Inspektur, Para Kabag dan Kasubbag di lingkup Itjen.

"Ini adalah gerakan strategis yang harus terus berjalan. Dengan berada dalam gerakan ini, kita telah menjadi bagian dari never ending process pencegahan korupsi di Indonesia," ujar Menag.

Memberikan penegasan, Menag menyampaikan tindakan yang baik didasarkan pada kesadaran. Gerakan SPAK ini harus lebih berorientasi membangun kesadaran. "Sehingga tindakan kita tidak mengarah kepada perilaku koruptif, itulah ruh dari suatu Gerakan, Seperti Gerakan SPAK hendaknya berdasarkan kepada kesadaran," lanjutnya.

Paska kemelut operasi tangkap tangan yang terjadi kepada beberapa oknum ASN Kemenag, Menag menuturkan dirinya tak menampik ada sikap pesimistis para jajarannya. "Bahkan ada pejabat eselon I yang berkata, sudahlah Pak, untuk apa kita meneruskan gerakan SPAK. Saat ini kita sudah kehilangan marwah, dan sebagainya," cerita Menag. 

Meski demikian, Menag mengajak jajarannya untuk melihat apa yang terjadi dari sudut pandang yang berbeda. Menyikapi masalah yang tengah melanda Kemenag, menurutnya ini harus dimaknai sebagai sebuah peluang untuk melakukan perbaikan. Ia meyakini dukungan dari seluruh ASN Kemenag termasuk DWP bisa menjadikan Kemenag semakin baik.

"Mari kita rawat dan jaga kondisi kita yang sebenarnya sudah semakin membaik ini. Kita sudah menyiapkan regulasi, aturan, maupun sistem untuk meminimalisir perilaku koruptif. Mari kita jaga bersama," ajak Menag.

Dihadapan agen SPAK, Ia berpesan agar pemberantasan korupsi harus berbasis keluarga. Peran perempuan memegang peran strategis dalam upaya pemberantasan korupsi. "Dalam keluarga peran perempuan memberi nilai-nilai baik dalam keluarga. Agen SPAK harus terus menyemaikan nilai-nilai anti korupsi bagi dirinya dan lingkungannya," pesan Menag.

Sebelum closing statement, Menag tegas berpesan kepada agen SPAK. "SPAK harus terus ada di Kementerian Agama karena upaya pencegahan korupsi adalah never ending process atau proses yang tidak ada hentinya, harus dilakukan terus menerus," tandasnya.

 

Kontributor: M. Ubaidillah

Redaktur: Nurul Badruttamam