Jakarta [ItjenNews] --- Untuk mendapatkan petugas haji yang kompeten, berkomitmen, loyal, dan berakhlakul karimah, maka rekrutmen calon petugas haji perlu dilakukan persiapan yang matang, penyaringan petugas yang selektif, dan pelatihan yang baik. Karena itu, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama selaku aparat pengawasan fungsional intern pemerintah berkewajiban untuk mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang optimal, telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan seleksi calon petugas haji kloter dan non kloter tahun 1433 H/2012 M.
Tim yang diterjukan oleh Itjen Kemenag untuk melaksanakan pemantauan rekrutmen petugas haji ini sebanyak 84 tim yang terbagi dua tahap. Tahap pertama 51 tim telah diterjunkan untuk melaksanakan pemantauan pada Kemenag Kab/Kota yang tersebar pada 13 propinsi. Tim ini sudah berangkat mulai tanggal 13-16 Mei 2012. Sedangkan tahap kedua akan diterjunkan 33 tim, yang akan melaksanakan pemantauan pada Kanwil Kemenag seluruh Indonesia. Seluruh tim ini akan berangkat pada tanggal 21-24 Mei 2012.
Selengkapnya...
Serang [ItjenNews] --- Kegiatan Temu Wicara Pengawasan (Murawas) yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama diadakan Serang Banten, Kamis-Sabtu, 10-12 Mei 2012 akan mengelaborasi beberapa permasalahan yang harus ditindaklanjuti. Terutama terkait rekomenasi hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Acara Murawas kali ini diikuti oleh pejabat unit eselon I pusat di lingkungan Kemenag.
Menurut Irjen Mundzier Suparta, bahwa Murawas ini yang lebih penting adalah tindaklanjutnya (follow up-nya) dalam memecahkan berbagai masalah yang ada. Menurut hasil laporan BPK terkait dengan tiga sasaran audit terhadap 26 wilayah plus 10 unit eselon 1 pusat tahun ini secara kuantitatif temuan negatif berkurang. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti laporan keuangan, SPI, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan biar tidak menjadi masalah yang berulang.
Selengkapnya...
Selasa, 15 May 2012 08:30
Serang [ItjenNews] --- Auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Agama harus ahli terkait aplikasi Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Keuangan dan Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) dan Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA) di lingkungan Kemenag. Hal ini diungkapkan Ses Itjen, Maman Taufiqurahman saat menyampaikan materi dalam kegiatan “Orientansi Aplikasi SAKPA dan SIMAK-BMN di hotel Le Dian, Serang Banten. Senin, 14/5.
“Beberapa hal yang harus diketahui oleh auditor terkait SAKPA dan SIMAK-BMN adalah: Pertama, kelemahan-kelemahan laporan keuangan yang selama ini dilakukan. Kedua, auditor diharapkan mengetahui hasil temuan audit BPK untuk dijadikan landasan perbaikan ke depan. Dan ketiga, auditor sebaiknya melakukan diskusi setelah melakukan audit karena akan lebih mempermudah memahami permasalahan yang yang ada, dan memberikan solusinya,” ungkap Maman Taufiqurahman pula.
Selengkapnya...
Banten [ItjenNews] --- Buku “Budaya Kerja Kementerian Agama RI” yang ditulis Mundzier Suparta mendapat apresiasi dari banyak pihak. Tak kurang, mantan wamendiknas Fasli Jalal pun sangat mengapresiasi dan tertarik untuk mengembangkan sembilan konsep Budaya Kerja Kementerian Agama tersebut.
Ketertarikan Fasli disampaikan saat menjadi pembicara dalam acara Seminar dan Workshop Nasional Manajemen dan Budaya Mutu Islam 2012 di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang Jawa Timur pada 26 April 2012 lalu. Pengakuan dan apresiasi Fasli ini dibeberkan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Mundzier Suparta. "Beberapa Minggu yang lalu, yaitu 26 April 2012 di UIN Malang dilakukan seminar tentang Budaya Kerja. Persisnya membahas tema "Kualitas Kerja Menurut Ajaran Agama". Saya bawa bahan tentang Budaya Kerja yang sembilan item itu. Namun kita lengkapi dengan berbagai ayat dan ajaran dari berbagai agama. Ternyata Fasli Jalal sangat antusias. Bahkan, dia meminta agar seminar itu dilanjutkan untuk pematangan lebih lanjut," beber Suparta saat memberikan arahan dalam acara Lokwas 2012 Itjen Kemenag, Senin (7/5/2012).
Selengkapnya...